SENIN, 22 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA — Mendukung surat edaran (SE) Kementerian Lingkungan Hidup tentang pembatasan penggunaan plastik, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menerbitkan Surat Keputusan (SK) Rektor. Di dalamnya termuat pembatasan penggunaan bagi toko maupun penjual makanan didalam kampus.
![]() |
| Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan |
“UK Petra kampus pertama yang mengeluarkan SK bebas tas kresek dan styrofoam di dalam kampus, guna ikut serta dalam SE Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengurangi sampah plastik,” ujar Rektor UK Petra, Prof. Rolly Intan kepada Cendana News, Senin (22/2/2016).
Disebutkan, UK Petra berkomitmen untuk mengurangi bahkan meniadakan tas plastik maupun styrofoam sebagai hiasan di dalam kampus, termasuk menggunakannya dalam berbagai acara.
“Kami ingin semua toko maupun warung makanan didalam kampus tidak memakai plastik lagi dalam pelayanannya, misalnya dengan menggunakan tas kertas atau membawa tas sendiri,” tukasnya.
Rektor menegaskan, betapa bahayanya lingkungan yang tercemar akibat tumpukan sampah styrofoam dan plastik. Apalagi terurainya sampah plastik membutuhkan waktu 100-500 tahun.
Mahasiswa UK Petra, Tiffany Valentina mengaku senang UK Petra bisa berkomitmen dalam pengurangan sampah plastik.
“Setuju sekali soal pengurangan sampah plastik, kalau tidak dimulai sekarang kapan lagi. Cara yang paling mudah adalah dengan membawa alat makan sendiri,” pungkas mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi semester 2.