SENIN, 22 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM —- Puluhan mahasiswa Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan aksi demonstrasi di kantor Gubernur. Dalam aksi mereka meminta Pemerintah untuk memperhatikan keberadan masyarakat pinggiran yang berada di lahan kering, seperti Desa Soromandi dan Desa Donggo, Kabupaten Bima dalam hal kebutuhan air bersih.
![]() |
| Puluhan Mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi menuntut Pemda NTB perhatikan masyarakat pinggiran |
“Kekurangan air bersih yang berlangsung di Desa Soromandi dan Desa Donggo sudah berlansung puluhan tahun, tapi tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Bima,” kata Kordinator aksi, Ahmad Efendi di Mataram, Senin (22/2/2016).
Efendi mengatakan, bahkan saat musim hujan seperti tahun ini saja, intensitas air bersih yang didapat sangat minim, karena curah hujan yang turun, selain jarang, juga tidak terlalu besar.
Lebih parah lagi saat musim kemarau, di mana warga untuk bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum saja harus berjalan sampai tujuh kilometer dan mengantri dengan warga lain.
“Untuk itu kami mendesak Pemda NTB bersama Pemkab Bima, supaya lebih memperhatikan keberadaan masyarakat pinggiran, Desa Soromandi dan Donggo, Kabupaten Bima dengan mengucurkan anggaran pembuatan sumur bor atau pemasangan pipanisasi dari sumber mata air yang ada,” tegasnya.
Sementara itu, Juru bicara Pemda NTB, Yusron Hadi menjelaskan, masalah kekeringan tidak saja terjadi di Desa Soromandi dan Donggo, tapi juga terjadi di beberapa daerah lain di NTB. Ia berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi aspirasi mahasiswa ke Gubernur NTB untuk ditindaklanjuti.