Dua Kapal Baru akan Dioperasikan di Lintasan Selat Sunda

SELASA, 23 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Dua kapal baru jenis Roll on Roll Off (Roro) melakukan uji coba sandar di Pelabuhan Merak Provinsi Banten dan Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung. Berdasarkan keterangan kepala DPC Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau (Gapasdap), Sunaryo, surat ijin sudah diterima sejak Selasa (23/2).
KMP Labitra Karina
“Informasi yang kami peroleh ada dua kapal baru yang akan menjadi armada kapal baru di Selat Sunda yakni KMP Salvino dan KMP Labitra Karina, namun baru KMP Labitra Karina yang suratnya sudah sampai di kantor kami,”ungkap Sunaryo saat ditemui Cendana News di kantor DPC Gapasdap Bakauheni, Selasa (23/2/2016)
Menurutnya, uji coba sandar KMP.Labitra Karina dilakukan dari Pelabuhan Merak-Bakauheni mulai pukul 15:30 WIB oleh tim tekhnis direktorat Jenderal Perhubungan darat dalam rangka proses perijinan operasi. Kapal yang berangkat dari dermaga 6 Merak akan sandar di dermaga 6 Pelabuhan Bakauheni.
Uji coba kapal yang akan beroperasi di Selat Sunda tersebut dilakukan untuk menambah pelayanan bagi pengguna jasa pelayaran di lintasan tersibuk di Selat Sunda. Selain itu penambahan armada kapal di Selat Sunda menjadi salah satu persiapan untuk proses pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang akan semakin memperlancar transportasi dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Kepala DPC Gapasdap, Sunaryo
Berdasarkan data yang diperoleh Cendana News, spesifikasi kapal KMP.Labitra Karina tersebut diantaranya:
Nama Kapal: KMP. Labitra Karina
Jenis Kapal: Roro
Bendera: Indonesia
Berat Kotor: 5012 Gross Ton
Nahkoda: Yogie A.M
Milik : PT. Labitra Bahtera Pratama
Sementara kapal baru lainnya yang juga melakukan uji coba sandar di lintasan Selat Sunda diantaranya:
Nama kapal/Call sign:  KMP. Salvino/YCRU
Bendera: Indonesia
Tahun: 1994
Type: Ferry Roro
GRT/ GT: 3.979 Ton
Panjang: 86 meter
Lebar: 15,40m
Seperti kapal kapal lainnya, dua kapal baru tersebut rata rata mampu mengangkut sebanyak 500 penumpang dan 100 unit kendaraan campuran. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengatasi banyaknya antrian yang selama ini terjadi di Pelabuhan Bakauheni dan Merak saat angkutan liburan.
Kedatangan dua kapal roro tersebut menurut Sunaryo akan menambah armada yang saat ini beroperasi di lintasan Selat Sunda. Data DPC Gapasdap ada sebanyak 54 unit kapal Roro dari 19 perusahaan pelayaran. Rata rata kapal Roro di Selat Sunda saat ini memiliki kapasitas di atas rata rata 5.000 GT sementara beberapa masih dibawah 5.000 GT. 
Sunaryo mengungkapkan saat ini kapal kapal di Selat Sunda masih memiliki berat kotor di kisaran rata rata di bawah 5.000 GT. Sementara batas waktu untuk berat kotor kapal kapal yang diijinkan berupa kapal kapal di atas 5.000 GT dilakukan hingga tahun 2018.
“Saat ini masih banyak kapal kapal yang masih di bawah 5 ribu GT dan dalam beberapa tahun ke depan beberapa perusahaan pelayaran harus siap menaikkan berat kotor kapal yang ditetapkan,”ujar Sunaryo.
Penambahan jumlah kapal di Selat Sunda menurut Sunaryo tetap harus diiringi dengan penambahan jumlah dermaga yang saat ini hanya 5 dermaga kapal yang beroperasi. Ia mengungkapkan perizinan kapal kapal baru saat ini tetap harus memperhatikan infrastruktur dermaga.
Lihat juga...