BPS: Nilai Ekspor dan Impor Indonesia Cenderung Menurun

SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat mencatat, perkembangan nilai ekspor Indonesia, Januari 2016 sebesar 10,55 miliar United States Dolar (USD), mengalami penurunan sebesar 11.88 persen, dibandingkan pada Desember 2015. Sementara Januari 2016 sebesar 10,50 miliar USD, mengalami penurunan sebesar 20,72 persen secara Year on Year (YoY).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Drs. Suryamin
Sedangkan Nilai Ekspor Non Migas, Januari 2016 sebesar USD 9,39 miliar USD, mengalami penurunan sebesar 16,77 persen (YoY). Pangsa Ekspor Non Migas Januari 2016 terbesar ke Amerika Serikat sebesar 1,23 miliar USD (13,10 persen), kedua ke Jepang sebesar 1,04 miliar USD (11,11 persen) dan ketiga ke Tiongkok sebesar 886,7 juta USD (9,44 persen).
Sementara itu, Perkembangan Nilai Impor Indonesia, Januari 2016 mencapai 10,45 miliar USD, mengalami penurunan sebesar 13,48 persen (YoY). Impor Non Migas sebesar 9,27 miliar USD, mengalami penurunan sebesar 12,09 persen.
Negara pangsa impor Indonesia, Januari 2016 terbesar dari Tiongkok, yaitu sebesar 2,48 miliar USD (26,86 persen), kedua Jepang sebesar 898,2 juta USD (9,73 persen) dan ketiga Thailand sebesar 664,8 juta USD (7,20 persen)
Perkembangan Neraca Perdagangan Indonesia, Januari 2016 mengalami surplus sebesar 50,56 miliar USD. Sementara pada bulan yang sama Januari tahun 2015 juga mengalami surplus sebesar 632,3 miliar USD.
“Bisa dibilang Rata-rata setiap tahunnya di Indonesia selalu terjadi trend penurunan perkembangan Ekspor maupun perkembangan Impor, terutama antara bulan Desember ke Januari”kata Kepala BPS, Suryamin, saat jumpa pers di Kantornya, Senin (15/02/2016).
Grafik perkembangan Nilai Ekspor Indonesia Januari 2016
Sedangkan untuk perkembangan upah pekerja atau buruh, secara nominal upah harian buruh tani secara nasional  di bulan Januari 2016 cenderung mengalami peningkatan sebesar 0,52 persen%.
Sementra itu untuk perkembangan nilai tukar eceran mata uang Rupiah bulan Januari 2016, tercatat mengalami pelemahan (terdepresiasi) sebesar 0,96 persen terhadap mata uang Dolar Amerika (USD).
Lihat juga...