Bercengkerama Bersama Teman, Edo Ditembak Oknum Bersenjata

JUMAT, 19 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Warga Kota Maumere Kabupaten Sikka khususnya warga Kelurahan Waioti, Senin (15/2/2016) dikejutkan dengan suara tembakan. Yohanes Wilfridus (29) bersama ke empat teman lelakinya yang sedang duduk di teras depot air isi ulang sekitar pukul 19.00 WITA, didatangi tiga pria bermotor dimana dua orang mengendarai Yamaha Vixion sementara seorang lainnya mengendarai Yamaha Mio warna kuning.

Yohanes Wilfridus korban penembakan oleh oknum tak dikenal yang masih dirawat di RSUD TC Hillers Maumere.

Ketiga pria tersebut turun dari sepeda motor seraya tetap memakai helm berwarna hitam dan langsung melepaskan tembakan ke arah kelima pemuda yang sedang duduk tersebut. Kelima pemuda tersebut pun berhamburan melarikan diri, ada yang berlari memasuki rumah mereka sementara Edo berlari ke kebun jagung di belakang perkampungan. Nasib naas dialami Edo, dirinya terus dikejar dan ditembak. Sebuah peluru bersarang di lengan kirinya.
Hal ini disampaikan Yohanes Wilfridus kepada Cendana News yang menemuinya di RSUD TC Hillers Maumere, Kamis (18/2/2016). Dikatakan Edo, sapaan akrabnya, dirinya berlari ke arah kebun di belakang rumah Ketua RT 07 Yohanes Wangge. Tiba-tiba Edo merasa lengan kirinya kram terkena tembakan oknum tak dikenal.
“Saya langsung lemas dan pingsan tapi sebelumnya saya merasa diinjak oknum yang menembak. Saya sadar dan bangun setelah ada anjing yang menjilati muka,’ujar Edo.

Yohanes Wilfridu memperlihatkan hasil rontgen bekas tembakan.

Edo pun hendak berjalan ke rumahnya yang berjarak beberapa ratus meter arah utara lokasi dirinya tertembak. Saat itu warga sedang berkumpul dan mencari tahu siapa yang terkena tembakan.Saat dirinya mucul dengan lengan yang terkena tembakan,warga bersama Ketua RT 07 RW 04 Yohanes Wangge membawanya ke rumah orang tua dan langsung dilarikan ke RSUD TC Hillers Maumere.
“Waktu itu saya tidak lihat dan kenal pelaku karena saat itu malam hari dan gelap. Saya sempat dipukul dan ada seorang pelaku yang berkata dia sudah mati lalu mereka kabur,”tutur Edo.
Aurelianus Weren Fridus yang ditemui Cendana News, Kamis (18/2/2016) juga membenarkan hal ini. Dikatakan Rely sapaannya,usai terjadi tembakan pertama dirinya melarikan diri ke arah kebun di sebelah selatan hingga masuk ke rumahnya. Saat tiba, seorang pengendara motor langsung turun dari motor dan melepaskan tembakan. Rely mengaku tidak melihat jelas penembak dan hanya melihat seorang penembak yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J berwarna kuning.
Aurelianus Weren Fridus (kiri) bersama Jefri Aleksandro Diaz yang saat kejadian sedang duduk bersama korban.
“Setelah terdengar tembakan kami semua langsung lari berpencar, saya lari ke kebun dan masuk ke rumah dan bersembunyi, mereka tidak kejar saya. Waktu sudah ramai, ada warga yang memanggil saya untuk ke rumah ketua RT dan saya tahu ternyata Edo sudah kena tembak,” ucap Rely.
Jefri Aleksandro Diaz seorang teman lainnya saat ditemui bersamaan dengan Rely mengisahkan,saat terdengar suara tembakan dirinya langsung lari setelah mendengar suara tembakan. Saat lari, dirinya mendengar ada orang yang berteriak “jangan lari” tapi dirinya terus berlari masuk ke rumahnya lalu tidur. Saat pagi hari sambung, ada temannya yang datang menyampaikan bahwa Edo kena tembak,
“Saya takut dan tidak berani keluar rumah. Saat sore hari baru saya jenguk Edo di rumah sakit. Sampai keesokan harinya dan hingga saat ini tidak ada aparat keamanan atau polisi yang mendatangi saya dan menanyakan hal ini,” tutur Jefri. 
Sampai saat ini, mereka masih trauma dan takut keluar rumah. Keduanya berharap agar aparat kepolisian segera mengungkap kasus ini dan menemukan para pelaku secepatnya sehingga mereka bisa merasa aman. Keduanya berharap agar kasus seperti ini tidak terulang lagi dan meresahkan masyarakat.
“Rasa takut masih ada dan waktu jalan merasa kurang aman takut ada orang yang menembak saya,”pungkas Jefri diamini Rely. (Baca : Menggunakan Senjata Air Soft Gun,Polres Sikka Sedang Memburu Pelaku Penembakan)
Lihat juga...