KAMIS, 18 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Hujan gerimis yang turun pada Rabu kemarin sekitar pukul 15.30 WIB menyebabkan banjir lahar di aliran Sungai Gendol, desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Banjir menyeret dua mobil yang sedang melintasi kawasan tersebut.
![]() |
| Proses evakuasi mobil terseret banjir lahar dingin |
Pengemudi armada angkutan L 300 dengan Nomor Polisi AA 1922 YK, Wignyo Sutarjo (60) menyebutkan, saat itu, ia hendak mengangkut batu nisan pesanan sebanyak empat buah. Namun, saat menyeberangai Sungai Gendol, tanpa ada pertanda tiba-tiba banjir lahar dingin mendadak turun dan menghanyutkan mobilnya.
“Saya langsung mematikan mesin dan keluar dari kaca samping”, ujar Wignyo, saat ditemui di sela evakuasi mobilnya, Kamis (18/2/2016).
Disebutkan, hampir 1,5 jam lamanya banjir lahar dingin berlangsung, dan Wignyo merasa bersyukur masih bisa selamat. Namun demikian, ia merasa bingung karena kehilangan pekerjaan. Mobilnya rusak parah dan hanya menyisakan mesin mobil dan roda yang ala kadarnya saja.
![]() |
| Wignyo |
Tak ada yang bisa diperbuat Wignyo selain merelakan mobilnya ringsek dan terpendam material pasir Gunung Merapi setinggi kurang lebih 3 meter. Saat evakuasi dilakukan, puluhan warga harus menggalinya terlebih dahulu, kemudian dengan mobil jenis jeep, mobilnya berhasil ditarik dan dievakuasi ke bengkel terdekat. Evakuasi memakan waktu hampir 5 jam.
Wignyo tak sendirian. Dalam peristiwa banjir lahar dingin Rabu kemarin, juga turut hanyut dan ringsek sebuah truck pengangkut pasir bernomor polisi AB 9635 QE yang saat kejadian dikemudikan oleh Giri, warga dusun Batur, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Namun, beruntung, dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa.
