KAMIS, 18 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam
KENDARI — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Dr Asrum Tombili menyebutkan, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sultra sudah mencapai 527 kasus. tiga diantaranya meninggal dunia. Dibandingkan 2015 sekitar 150 kasus, tahun ini mengalami peningkatan hampir 3 kali lipat.
![]() |
| Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Dr Asrum Tombili |
Disebutkan, meskipun terjadi peningkatan korban DBD di Provinsi Sultra, namun belum dinyatakan keadaan luar biasa (KLB). Penanganan korban akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti masih bisa ditangani oleh tenaga medis di kabupaten dan kota.
Disebutkan, hingga awal bulan Februari 2016, kasus DBD terjadi di 2 kota dan 9 kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Kota Kendari 159 kasus, Kota Bau-bau 30 kasus, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) 115 kasus, 1 orang meninggal dunia. Kabupaten Kolaka sebanyak 125 kasus. Kabupaten Muna 52 kasus dan 1 orang meninggal.
Disusul Kabupaten Konawe 18 kasus, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) 2 kasus, Kabupaten Bombana 11 kasus, Kabupaten Buton Utara (Butur) 8 kasusg dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) 1 kasus, Kabupaten Buton 6 kasus, 1 orang dinyatakan meninggal dunia.
Dr Asrum Tombili menyebutkan, dalam menekan penyebaran, pihaknya bersama Pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan intensitas penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Benda-benda yang tidak berguna tapi dapat menjadi sarang nyamuk, disarankan agar ditanam agar memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk.
“Langkah terakhir yang dilakukan, seperti Dinas Kesehatan Kota Kendari adalah melakukan fogging pada wilayah yang dianggap endemik nyamuk Aedes Aegypti,”sebutnya.
Data korban penyakit DBD di Sultra, pada tahun 2010 jumlahnya mencapai 1.433 kasus. Kemudian menurun pada tahun 2011 menjadi 200 kasus. Terjadi lagi kenaikan menjadi 373 kasus pada tahun 2012. Setelah itu terjadi penurunan angka kasus DBD pada tahun 2013, 2014 dan 2015.