JUMAT, 19 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Bobby Andalan
BALI — Malang nian kondisi Frisko Emanuel Jehadut (4) yang hanya bisa tergolek lemas menahan rasa nyeri setelah menjalani oprasi pembuatan anus di RSUP Sanglah Denpasar. Ironisnya, ini adalah operasi kali keempat yang dijalaninya setelah putra dari pasangan Ponsianus Jehadun dan Rensiana Jenia ini terlahir tanpa anus.
![]() |
| Bayi empat tahun yang jalani empat kali operasi anus |
Pada proses awal agar bisa mengeluarkan kotoran, Frisko harus menjalani operasi di bagian perutnya atau dilakukan tindakan kolostomi pada 27 September 2015. Dari hasil operasi ternyata pada lambungnya mengalami pembocoran. Tim medis pun memutuskan melakukan kembali melakukan operasi kedua pada dua hari setelah operasi pertama.
Operasi pada 29 September 2015 itu dilakukan pada dinding perut bagian kanan. Setalah menjalanin operasi yang kedua tersebut, bayi Frisko pun diizinkan pulang.
“Sejak lahir anak saya sudah tanpa anus, rata tidak ada lubang pembuangan kotoran. Pada saat itu, selain karena usia yang masih sangat muda, juga belum memungkinkan untuk dilakukan operasi pembuatan anus,” kata Ponsianus, saat ditemui di Ruang Asoka 3 RSUP Sanglah Denpasar.
Ponsianus mengatakan, setelah mejalanin rawat jalan selama beberapa bulan, buah hatinya tersebut kembali masuk rumah sakit untuk menjalanin operasi pembuatan anus pada posisi semestinya, 19 Januari 2016 lalu. Namun, operasi pembuatan anus tersebut terjadi kesalahan lantaran lubang anus buatan hasil dari tindakan operasi itu terlalu besar. Alhasil, putranya tersebut kembali masuk ruang operasi pada 29 Januari lalu untuk mengecilkan lubang anus buatan tersebut.
“Operasi pembuatan anus buatan dilakukan dua kali karena operasi yang pertama lubang anusnya terlalu besar, sehingga harus dilakukan operasi yang kedua,” kata pria asal Manggarai Barat, Flores, NTT yang berprofesi sebagai buruh ini.
Terkait kondisi pasca operasi pembuatan lubang anus buatan tersebut, kata dia, putranya kembali mengalami masalah pada saluran pembungan air kencing. Itu terjadi setelah dilakukan operasi pembuatan lubang anus. Pembuangan air kencing justru merembes ke lubang dubur anus.
“Sebelum operasi tidak ada masalah dengan air kencing saat keluar. Sekarang harus jalani operasi lagi,” keluhnya.
Katanya, untuk operasi kali keempat ini sudah ditanggung oleh BPJS.
“Jujur saja, saya tidak tega melihat kondisi anak saya begini terus. Sudah empat kali dilakukan operasi. Setalah ini dioperasi lagi biar kencing kembali normal. Ini menunggu operasi yang ke lima,” ibanya menyudahi.