SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Lidya Salmah / Editor : Gani Khair / Foto: Lidya Salmah
JAYAPURA—Selain memiliki tugas pokok menjaga keamanan perbatasan RI-PNG, Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG juga atensi terhadap dunia pendidikan, khususnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Karena itu, Senin (15/2/2016), Satgas Pamtas Yonif 411/Pandawa melalui perwira hukumnnya menggelar penyuluhan hukum dan bahaya narkoba bagi siswa SMUN 01 Keerom, Kabupaten Keerom, Papua.
![]() |
| Perwira Hukum Satgas Pamtas RI-PNG saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa di wilayah perbatasan |
Perwira Hukum Satgas Yonif Raider 411/Pandawa Lettu Chk Rustamaji, mengatakan, tujuan diberikannya penerangan hukum bagi para pelajar agar mereka dapat mengetahui tentang bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkoba).
“Kami juga dari Satgas akan mendatangi seluruh sekolah di wilayah tugas kami secara bergilir, dan dilakukan rutin setiap sebulan sekali untuk memberikan pencerahan terhadap generasi muda kita agar memiliki motivasi tinggi untuk masa depan mereka,” kata Rustamaji.
Guna mendukung kegiatan tersebut, Satgas Pamtas RI-PNG akan merangkul sejumlah pihak dalam melakukan pembinaan bagi para pelajar agar menjauhi narkoba dan jenis barang haram lainnya.
Pihaknya sangat berharap, penerangan hukum yang disampaikan ini dapat memberikan dampak positif khususnya untuk para pelajar agar menjauhi narkoba sejak dini.
“Tentunya kami berharap agar para pelajar mengerti dan paham tentang larangan penggunaan narkoba dan sanksi hukum yang berlaku jika melanggar,” terangnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMU 01 Keerom, Rizana Malake memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411/Pandawa yang telah menginisiasi kegiatan penyuluhan hukum dan bahaya narkoba serta kenakalan remaja dalam dunia pendidikan.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan penerangan hukum dari Satgas Pamtas Yonif yang datang langsung ke sekolah untuk memberikan materi hukum dan bahaya narkoba kepada para pelajar,” ungkap dia.
Rizana juga mengakui kegiatan Satgas Pamtas RI-PNG ini, secara langsung menuai respon positif oleh Dinas Pendidikan setempat. Apalagi kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk komunikasi sosial Satgas Pamtas RI-PNG di masyarakat, terkait kepedulian terhadap perkembangan pendidikan yang ada di perbatasan RI-PNG.