SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Meski sudah sangat meresahkan petani di Dusun Batuguluk, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, namun serangan kera liar masih belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.
![]() |
| Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto |
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto menyebutkan, pihaknya saat ini hanya membantu petani dengan pemahaman untuk menggunakan jaring untuk mengusir kera liar.
“Ini merupakan kejadian yang sudah lama, karena berlangsung sejak tahun 2014, kami hanya memberikan pemahaman untuk mencegah kera liar dengan menggunakan jaring, sebab dengan cara itu merupakan antisipasi awal,” kata Bambang Heriyanto, , Senin (29/2/2016).
Disebutkan, bahwa pihaknya masih belum berencana melakukan penjaringan terhadap kera liar yang menyerang tanaman milik petani, pasalnya masih akan melakukan kordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam menangani banyaknya kera liar yang merusak tanaman warga. Sehingga hanya memberikan pemahaman melalui kelompok tani yang ada di desa setempat.
“Kami sudah memberikan pemahaman kepada kelompok tani agar menggunakan jaring ikan untuk mencegah tanamannya agar tidak dimakan kera liar, sebab hanya satu-satunya cara dalam mengantisipasi awal,” terangnya.
Disebutkan, pihaknya masih akan melakukan kordinasi dengan dinas terkait, karena pencegahan kera liar bukan hanya ranah Dinas Pertanian saja, tetapi butuh keterlibatan dinas lain dalam melakukan pencegahan.
Sejak 2014, kera liar di daerah perbukitan yang merusak tanaman semakin banyak dan membuat kerepotan petani untuk mengusirnya. Lengah sedikit dapat membuat tanaman petani seperti jagung dan sayuran akan gagal panen.