Angkutan Masal Trem Surabaya Ditargerkan Beroperasi di 2017

KAMIS, 04 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA — Menekan angka kemacetan di Kota Metropilitan kedua setelah Jakarta, Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pada tahun 2017 angkutan massal berupa ‘Trem’ segera beroperasi. 
Kadishub Surabaya, Irvan Wahyu Drajat

“Melalui Kementerian Perhubungan, trem saat ini masih dalam tahap lelang dan tahun 2017 harapannya bisa segera beroperasi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Irvan Wahyu Drajat, Kamis (4/2/2016).

Irvan menjelaskan, untuk jalur trem saat ini masih membutuhkan beberapa jalur saja. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam reaktifasi jalur lama sebagai angkutan perintis operator.
Tidak hanya itu, untuk menekan angka kemacetan, pihaknya juga menggunakan cara lain. Diantaranya, kendaraan dari luar kota harus diparkir dahulu, setelah itu pemiliknya bisa naik trem menuju tujuan yang ada di tengah kota. Hal ini diharapkan bisa mengurangi tingkat kemacetan dan pembuangan emisi karbon di Surabaya.

“Selain menggunakan trem sebagai moda transportasi, kami juga akan melakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi di dalam Kota Surabaya,” terangnya.

Selain itu nantinya juga akan ada pembuatan rekayasa finansial tarif parkir, pembatasan jumlah kendaraan yang diparkir, dan pembatasan kendaraan pribadi.
“Orang pasti berfikir kalau ada tarif jalan, tarif parkir dan terbatasnya tempat parkir, pasti memilih trem yang lebih hemat, aman dan cepat,” tutupnya.
Lihat juga...