30 Sekolah di Balikpapan Dilibatkan dalam Program Peduli Inflasi

JUMAT, 12 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Untuk menekan angka inflasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan melibatkan 30 Sekolah Menengah Atas/Kejuruan dan Madrasah Aliyah untuk melakukan budidaya pada komoditas cabe rawit dan sayuran. Program yang  dilaksanakan sejak 2015 dan dilanjutkan mulai Februari 2016.
SMA N 7 Balikpapan dalam program sekolah peduli inflasi
“Program dimulai bulan ini hingga Juli 2016 mendatang. Selama enam bulan sekolah akan diberikan edukasi mengenai inflasi, pelatihan budidaya cabe, kewirausahaan, dan perlombaan menanam bibit cabai,” ungkap Manajer Komunikasi dan Koordinas Kebijakan BI, Andi Adityaning Palupi di Balikpapan, Jumat (12/2/2016).
Andi menjelaskan, komoditas cabai rawit salah satu penyumbang inflasi terbesar setiap tahunnya. Balikpapan masih memiliki ketergantungan yang besar pada pengadaan cabai dari luar daerah.
“Balikpapan masih memiliki ketergantungan dari pasokan daerah luar,” terangnya saat ditemui di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan.
Disebutkan, gerakan budidaya cabai organik sudah diterapkan sejak 2012 lalu, sementara melibatkan sekolah baru dimulai 2015. Program sekolah peduli inflasi tidak hanya menanam cabai rawit, namun juga sayuran, seperti Sawi dan lainnya. 
Sementara itu, salah seorang siswa Balikpapan Ana mengatakan program menanam itu bagus untuk menambah wawasannya. Apalagi ada lombanya untuk menanam dari bibit hingga panen cabai nya.
“Tambah semangat ada lombanya. Ini membuat kami berkompetisi dalam belajar,” tutupnya.
Lihat juga...