SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono
NASIONAL—Ketersediaan pasokan (stok) beras secara nasional hingga awal Januari 2016 tinggal menyisakan satu juta ton, demikian menurut data yang berhasil dihimpun Cendana News dari Kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
![]() |
| Darmin Nasution |
Padahal Pemerintah beberapa waktu yang lalu melakukan impor beras sebanyak 300.000 ton, namun termyata jumlah tersebut belum mampu untuk memenuhi kebutuhan cadangan beras di dalam negeri.
“Salah satu penyebab menipisnya cadangan stok beras secara nasional akibat dilanda musim kekeringan berkepanjangan karena faktor fenomena alam El Nino” demikian kata Menteri Koordinator Darmin Nasution kepada wartawan, Senin (11/01/2016)
Darmin Nasution mengatakan “sebenarnya kita sudah mengantisipasi datangnya musim kemarau panjang dengan menggeser musim tanam padi, namun lagi-lagi hama tanaman yang menyebabkan produksi beras mengalami penurunan drastis” terangnya.
Ketersediaan pasokan (stok) beras sebanyak satu juta ton secara nasional diperkirakan tidak akan mampu bertahan lama, maka dalam waktu dekat Pemerintah akan kembali mengimpor beras sebanyak 230.000 Ton.
Namun import beras sebanyak itu nantinya akan habis saat Pemerintah melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga beras yang biasanya melonjak karena persediaan beras di pasaran yang mulai menipis.
Agar persediaan stok beras dalam negeri tetap aman, maka saat memasuki bulan Maret 2016, stok beras secara nasional diharapkan mampu berada di kisaran 1,35 juta ton.
Namun Darmin Nasution tidak menjelaskan secara detil berapa banyak beras yang akan diimpor oleh Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan beras secara Nasional sepanjang tahun 2016.
Pemerintah masih akan menghitung secara cermat berapa kemampuan produksi beras dalam negeri, setelah itu baru kemudian menghitung berapa banyak kebutuhan beras yang harus diimpor.