SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Fahrul / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Fahrul
SAMPANG— Tergenangnya air hujan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Desa Gunung Maddeh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, membuat aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada Selasa (26/01/2016) lumpuh total.
![]() |
| Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Gunung Maddeh, Kecamatan Kota Sampang Tergenang Banjir |
Genangan air merupakan luapan sungai yang berada di tengah Kota Sampang. Sungai meluap akibat tingginya curah hujan pada hari Senin (25/01/2016) kemarin.
Salah satu guru SDN 3 Gunung Maddeh, Sri Priatin mengatakan, pihaknya terpaksa meliburkan siswanya, sebab halaman dan semua ruang kelas terendam banjir. Apalagi akses jalan menuju sekolah juga masih terendam.
Selain itu para wali murid tidak memperbolehkan anaknya masuk sekolah dengan alasan khawatir air semakin tinggi. “Terpaksa diliburkan dulu, karena genangan air masih cukup tinggi, sehingga takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, akibat banjir tersebut para guru melakukan gotong royong memindahkan barang-barang milik sekolah, seperti buku, bangku dan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi, karena apabila hujan kembali turun dikhawatirkan semua barang berharga tersebut terendam banjir.
“Kami hanya menunggu air surut, aktifitas kegiatan belajar mengajar akan kembali dilaksanakan seperti biasanya,” paparnya.
![]() |
| Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Gunung Maddeh, Kecamatan Kota Sampang Tergenang Banjir |
Walaupun bencana banjir yang terjadi di sekolah dasar tersebut merupakan pertama kalinya di tahun 2016, rupanya pemerintah daerah setempat mulai tanggap dengan mendirikan posko bersama yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Tagana, PMI, Pramuka dan Dinas Pengairan, guna melaksanakan tugas penanganan bencana yang terjadi di daerah ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Wisno Hartono menjelaskan, bahwa penanganan bencana bukan fokus kepada banjir saja, melainkan juga bencana alam seperti, longsor, angin puting beliung dan lainnya. “Siaga darurat bencana banjir, longsor dan puting beliung sudah ditetapkan dengan SK Bupati hingga akhir Februari,” terangnya.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan berbagai wilayah yang masuk kategori rawan bencana, sehingga nantinya tidak sampai terjadi hal-hal yang sampai menelan korban jiwa.
