Rumpon Jadi Pilihan Nelayan Tradisional di Lampung Selatan

RABU, 27 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Nelayan di pesisir pantai Kecamatan Rajabasa masih menggunakan pola tangkap secara tradisional. Salah satu alat yang digunakan nelayan di Kecamatan Rajabasa adalah rumpon.


Menurut Sihabudin (45) selaku Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, rumpon merupakan salah satu alat bantu penangkapan ikan yang telah dikenal oleh masyarakat nelayan pesisir Lampung Selatan.
Rumpon mempunyai konstruksi menyerupai pepohonan yang dipasang atau ditanam pada kedalaman tertentu di suatu tempat di perairan laut  yang berfungsi sebagai tempat berlindung, mencari makan, dan  berkumpulnya ikan. Sehingga rumpon ini dapat diartikan tempat  berkumpulnya ikan di laut untuk melakukan efisiensi waktu dan perlengkapan dalam operasi penangkapan bagi para nelayan.
Rumpon merupakan alat bantu  penangkapan ikan yang fungsinya sebagai pembantu untuk menarik perhatian ikan agar  berkumpul di suatu tempat yang selanjutnya diadakan penangkapan.
Rumpon telah menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan daerah penangkapan buatan dan manfaat keberadaannya cukup besar. Sebelum mengenal rumpon, nelayan menangkap ikan dengan cara mengejar ikan atau menangkap kelompok ikan di laut, kini dengan makin berkembangnya rumpon maka pada saat musim penangkapan,  lokasi penangkapan menjadi pasti di suatu tempat.
“Kami menggunakan cara penangkapan tradisional karena ingin mempertahankan ekosistem di laut dan dengan banyaknya larangan menangkap ikan menggunakan bahan kimia dan bom yang dilarang pemerintah,”ungkap Sahibudin kepada Cendana News, Rabu (27/1/2016)
Sebagai nelayan yang memiliki wilayah tangkapan di sekitar perairan Gunung Krakatau dengan telah ditentukan daerah penangkapan maka tujuan penangkapan oleh nelayan dapat menghemat bahan bakar, karena mereka tidak lagi mencari dan menangkap kelompok renang ikan dengan menyisir lautan yang luas.
Beberapa fungsi rumpon sebagai alat bantu dalam penangkapan ikan adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai tempat konsentrasi ikan agar lebih mudah ditemukan dan  menangkapnya.
  2. Sebagai tempat berlindung bagi ikan dari pemangsanya.
  3. Sebagai tempat memijah bagi ikan. Banyak ikan ikan  kecil  plankton yang berkumpul di sekitar rumpon  dimana ikan  plankton tersebut merupakan sumber makanan bagi ikan ikan besar.

Salah satu nelayan di Desa Way Muli, Ahmada (30) mengungkapkan manfaat rumpon diantaranya memudahkan nelayan menemukan tempat untuk mengoperasikan alat  tangkapnya. Mencegah  terjadinya penangkapan ikan yang merusak akibat penggunaan bahan peledak dan bahan kimi dan beracun,  meningkatkan produksi dan produktifitas nelayan. Saat ini di TPI Way Muli dalam kondisi normal mampu melelang ikan kisaran sebanyak 1 ton dan pada hari biasa hanya sekitar 500 kilogram.
“Kita harus banyak melakukan langkah untuk mendapatkan penghasilan lain dengan membuat makanan yang berbahan dasar ikan diantaranya bakso ikan serta nuget ikan yang dikerjakan oleh kaum wanita sementara nelayan laki laki melaut,”ungkap Sahibudin.
Salah satu kendala nelayan di Lampung Selatan diantaranya terjadi pendangkalan sehingga nelayan -nelayan besar dari wilayah lain diantaranya Banten dan Serang tidak bisa masuk ke wilayah Lampung Selatan.
“Kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan pelabuhan tradisional di wilayah pesisir Lampung ,”ujar Sahibudin.
Selain itu persoalan pendangakalan yang dikeluhkan nelayan diantaranya permodalan jenis alat tangkap untuk meningkatkan pendapatan para nelayan. Selama ini nelayan di wilayah pesisir Lampung Selatan masih menggunakan cara-cara tangkap tradisional.
Pantauan Cendana News, beberapa nelayan menggunakan rumpon berbahan pelepah pohon kelapa yang dirangkai menggunakan tali tambang sepanjang 200 meter. Rumpon tersebut digunakan para nelayan di sekitar pantai dengan radius 2000 meter dan merupakan jenis rumpon permukaan. Penggunaan rumpon tersebut terbukti mampu menghasilkan ikan rata rata 100 kilogram pertangkapan.
Lihat juga...