SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA—Awal Januari 2016, masyarakat di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dihebohkan dengan maraknya kasus orang hilang. Setidaknya, ada lima orang telah dilaporkan hilang dari rumah, dan diduga mereka terkait dengan aksi rekrutmen organisasi terlarang.

Namun demikian, 4 orang hilang diantaranya yang telah berhasil ditemukan, dipastikan tidak terkait dengan ormas terlarang, melainkan dianggap hilang karena pergi dari rumah tanpa pamit kepada pihak keluarganya.
Sepanjang pekan ini, masyarakat dihebohkan dengan berita hilangnya lima orang yang tinggal di Yogyakarta. Salah satu yang paling menjadi perhatian masyarakat luas adalah hilangnya Dr. Rica Tri Handyani (29) bersama putranya Zafran Alif Wicaksono yang masih berusia 6 bulan, warga asal Lampung, Sumatera, yang dilaporkan hilang di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015.
Namun, dokter cantik lulusan Universitas Tri Sakti Jakarta tersebut, hari ini, Senin (11/1/2016) berhasil ditemukan oleh jajaran Polda DIY, yang memburunya sampai di Pulau Kalimantan. Sekitar pukul 15.45 WIB. dr Rica bersama suami dan anaknya tiba di Mapolda DIY dengan pengawalan ketat.
Kapolda DIY, Brigjen Pol Erwin Triwanto, didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hudit Wahyudi, Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti dan jajaran, dalam gelar perkara ditemukannya dr Rica, Senin (11/1/2016), mengatakan, dalam pencarian keberadaan dr Rica tersebut, pihaknya juga berhasil menangkap dua orang tersangka pelaku penculikan, dan tiga korban lain yang diduga merupakan hasil rekrutmen ormas terlarang di Boyolali, Jawa Tengah.
![]() |
| Kapolda DIY Brigjen Pol Erwin Triwanto dan Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hudit Wahyudi |
Erwin menjelaskan, dr Rica ditemukan sekitar pukul 06.00 WIT di Kalimantan. Dari sekian korban orang hilang yang selama ini diketahui publik, indikasi keterkaitan sebagai korban rekrutmen ormas terlarang yang paling mencolok adalah dr Rica dan tiga orang hilang asal Boyolali, Jawa Tengah.
Pasalnya, sebelum pergi meninggalkan rumah bersama anaknya, dr Rica pamit kepada orangtuanya di Yogyakarta untuk pergi berjuang di Jalan Allah. Selain itu, Rica juga meninggalkan surat untuk suaminya yang antara lain berisi permintaan maaf karena tidak bisa berpamitan langsung, dan meminta kepada suaminya agar jangan cemas, karena ia tidak akan bergabung dengan organisiasai terlarang seperi ISIS. Dalam surat itu juga disebutkan keyakinan Rica, bahwa saat ini telah banyak bencana karena umat Islam sifatnya tidak lagi sesuai akidah.
Guna penyelidikan lebih lanjut, pihak Kepolisian Daerah DI Yogyakarta akan bekerjasama dengan Mabes POLRI untuk mengungkap motif sesungguhnya dari kasus banyaknya orang hilang di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sementara itu, pihaknya juga belum bisa mengungkap apa pun, karena dari dua tersangka yang berhasil diamankan dan korban yang diitemukan, semuanya masih tutup mulut.
“Kita akan mendatangkan psikolog dan psikiater dari Mabes POLRI untuk mengungkap motif sesungguhnya”, ujar Erwin.
Erwin pun meminta, agar masyarakat tidak terlalu panik. Pasalnya, dari sekian orang yang dilaporkan hilang dan berhasil ditemukan, tidak semuanya mengarah kepada ormas terlarang.
Dari lima orang yang dilaporkan hilang di wilayah hukum Polda DIY, hanya dr Rica saja yang menunjukkan indikasi adanya keterkaitan dengan ormas terlarang. Sedangkan empat lainnya bermotif keluarga. Erwin menyatakan, belum bisa menyebutkan ormas terlarang yang dimaksud, karena belum ada bukti yang cukup.
Sementara itu, empat orang yang dilaporkan hilang dan sempat membuat masyarakat cemas telah berhasil ditemukan oleh Polda DIY dan terbukti tidak ada kaitannya dengan ormas terlarang. Empat orang itu adalah, pertama, Veronica Lydia Nirmala Sari (32) bersama putrinya, Michelle Barliem Jasiella, warga Jalan Brigjen Katamso No. 14 Yogyakarta, yang dilaporkan hilang pada 16 Desember 2015 oleh suaminya Denny Diharja dan sudah ditemukan serta diserahkan kepada pihak keluarganya pada hari ini, Senin (11/1/2016).
Kedua dan ketiga adalah pasangan suami isteri atas nama Kukuh Pambudi (30) dan Mamluatul Hikmah alias Lulu (29) bersama putrinya, Arum Maysha Kirani Pambudi yang masih berusia sekitar satu tahun, warga Jalan Layur I/08 Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta yang dilaporkan hilang sejak Sabtu, 12 Desember 2015 pukul 16.00 WIB, ditemukan di Jakarta dan dalam keadaan baik. Mereka pergi dari rumah tanpa pamit dengan alasan perbaikan ekonomi.
Keempat, Anzi Nadilla (20), mahasiswa, asal Jalan Merak No. 11, Panca Arga, Banyurojo, Mertoyudan, Magelang, yang tinggal di rumah Kost di kawasan Jembatan Merah, Gejayan, Yogyakarta, dilaporkan hilang sejak Sabtu, 2 Januari 2016 jam 00.32 wib, sudah ditemukan pada Kamis, 7 Januari 2016 sekira pukul 22.00 WIB. Dari interogasi yang dilakukan petugas, korban mengaku pergi karena tidak tahan dengan sikap dan sifat ayahnya yang keras dan sering marah. (koko)
