JUMAT, 29 JANUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH—Sejumlah pemuda yang mengklaim dirinya sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Lhokseumawe, menggelar aksi demonstrasi. Demo dilaksanakan di markas PMI Lhokseumawe, di jalan Malahayati, Simpang Empat, Lhokseumawe, Jumat sore (29/1/2016).

Massa demonstrasi menuding Pelaksana tugas (Plt) Ketua PMI Cabang Lhokseumawe telah melakukan tindakan semena-mena dengan memecat sejumlah relawan. Selain itu, massa juga menuding Plt ketua telah membuat markas PMI Lhokseumawe menjadi tidak aktif.
Menanggapi aksi tersebut, Plt Ketua Palang merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Lhokseumawe, Muhammad AH, kepada Cendana News, membantah tudingan para pendemo tersebut. Pria yang akrab disapa Cek Mad itu membantah telah memecat sejumlah relawan.
“Mereka sepertinya bukan relawan, nama mereka tidak terdata di data kami. Mereka bisa tunjukkan tidak surat pemecatan, jika mereka mengatakan saya memecat mereka,” ujar Cek Mad yang dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah sekalipun melakukan pemecatan terhadap relawan. Bahkan, katanya, PMI Lhokseumawe dibawah kendalinya sama sekali tidak mengeluarkan Surat Keputusan (SK) apapun terkait pengangkatan maupun pemberhentian relawan.
Sementara terkait tudingan kantor yang tidak difungsikan, Cek Mad tidak membantah tudingan tersebut. Menurutnya, tidak aktifnya kantor dalam beberapa bulan terkahir disebabkan karena tidak ada relawan yang bekerja. (Baca : Kantor Tidak Aktif, Relawan Demo Ketua PMI Kota Lhokseumawe).
PMI kata Cek Mad, sedang melakukan proses pendataan ulang relawan. Ia berencana nantinya, juga berencana melakukan perekrutan anggota relawan yang baru. Proses evaluasi dilakukan katanya karena data yang terdapat di PMI Lhokseumawe masih belum sama dengan data yang ada markas PMI Provinsi.
“Kita sedang melakukan evaluasi, makanya kantor tidak aktif sementara. Sekarang dalam beberapa hari terkahir sudah aktif kembali, sudah ada relawan yang membuka kantor, sudah ada relawan yang mulai bekerja,” pungkas Cek Mad.