SENIN, 4 JANUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Gulma (rumput liar) merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya sangat tidak diharapkan oleh para petani karena keberadaannya di lahan pertanian dapat mengganggu pertumbuhan tanaman serta dapat menurunkan hasil panen.

Gulma sendiri dapat tumbuh cepat pada musim penghujan seperti sekarang ini. Oleh karena itu, para petani Cabe Besar di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang banyak yang meggunakan mulsa (plastik penutup tanah) untuk menghambat dan mengurangi pertumbuhan gulma.
Parman, salah satu petani di wilayah tersebut mengaku sudah cukup lama menggunakan sistem mulsa. Dengan sistem ini pertumbuhan gulma bisa dihambat sehingga tidak terjadi persaingan dalam penyerapan makanan (unsur hara) dari dalam tanah antara tanaman utama dengan gulma. Selain itu di musim penghujan, mulsa juga digunakan untuk mempertahankan bentukan bedengan tanah agar tanah tidak terkikis oleh air hujan.

“Dengan menggunakan mulsa, air hujan yang jatuh tidak langsung mengenai tanah karena akan ditahan oleh mulsa sehingga tanah tidak sampai terkikis,”jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan mulsa sangat mudah. “plastik mulsa dilubangi sesuai dengan jarak tanam untuk lubang tanam, setelah itu tinggal di hamparkan diatas tanah,”terangnya.
Sementara itu, selain digunakan pada musim penghujan, mulsa juga sering digunakan petani pada musim kemarau untuk menjaga agar tanah tetap lembab dan untuk mengurangi penguapan air tanah sehingga bisa menghemat penggunaan air di musim kemarau.