Lumpur Panas Mirip Lapindo Semakin Resahkan Warga Tomohon

SENIN, 4 JANUARI 2016
Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ishak Kusrant

TOMOHON — Lumpur Panas mirip Lapindo yang keluar dari lubang sumur milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) area Lahendong terus meresahkan warga di Kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, pasalnya lumpur panas yang keluar itu kini terus meluas yang sebelumnya hanya tiga titik kini bertambah dua titik menjadi lima titik, sehingga semakin membuat resah warga Tomohon dan warga Leilem, karena semburan lumpur itu terus meluas.

Sumur uap panas mirip Lapindo yang keluar dari sumur PGE 


Menurut Aneke Roring warga Desa Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, kini sumur mereka dan sungai yang biasa digunakan untuk mengambil air buat peternakan sudah berwarna kecoklatan, dan diduga sudah tercemar dengan lumpur yang keluar dari lubang sumur milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang ada di Lahendong.
Roring

“Torang sow tako (saya sudah takut) mau pake ini sumur dan air sungai karena sudah tercemar lumpur, karena air sungai dan sumur sudah berubah warna,” kata Roring kepada Cendana News pada Senin (04/01/2016).

Selain warga Leilem warga di Kelurahan Tondagow, Tomohon Selatan juga mengungkapkan hal sama. Mereka khawatir kalau seluruh air yang biasa digunakan untuk mandi, mencuci dan buang air kini sudah berubah warna, sehingga semakin meresahkan warga.
“Kami menduga air sumur disini sudah tercemar, karena letaknya hanya 20 meter dari lokasi sumur milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), sehingga sampai saat ini kami enggan untuk menggunakannya, kami takut kalau sudah tercemar gas beracun,” lanjutnya.

Sementara itu menurut Humas PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Dimas Wibisono, mengakui adanya uap panas disertai lumpur yang keluar dari sumur milik PGE. Uap panas disertai lumpur keluar dari lahan warga yang berjarak 20 meter dari klaster 24, kami terus mengamati dan masih dalam kajian oleh tim dan itu hanya manifestasi alam dan belum ada gas beracun yang ditimbulkan, jadi masyarkat tidak perlu khawatir.
“PGE akan bertangung jawab jika terjadi masalah, kami tidak akan lepas tangan,” ungkapnya.
Lampiran: foto dan foto sungai warga yang sudah tercemar. Ishak,jpg.
Lihat juga...