Persoalkan Retribusi Masuk Pasar Alok, Pedagang Datangi DPRD Sikka

SENIN, 25 JANUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Pembangunan pintu masuk yang dilakukan Dinas Perindag di lokasi Pasar Alok, Maumere menuai protes dari para pedagang. Dibawah koordinasi Asosiasi pedagang Pasar seluruh Indonesia, 20 perwakilan dari para pedagang mendatangi komisi II DPRD Sikka, Senin (25/01/2016). Pasalnya dengan adanya pembangunan pintu masuk areal pasar dan pemberlakuan retribusi parkir, omzet penjualan pedagang menurun drastis.

Para pedagang Pasar Alok yang berdialog dengan Komisi II DPRD Sikka dan pihak pemerintah.

Kornelis Soge, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar seluruh Indonesia cabang Sikka dalam penjelasan di rapar dengar pendapat di Komisi II DPRD Sikka mengatakan,selama dua minggu sejak awal Januari 2016 diberlakukannya retribusi bagi kendaraan yang masuk ke pasar, hampir semua pedagang ayng berjualan di lokasi Pasar Alok merasakan dampak kerugian.
Kerugian para pedagang sebut Kornelis diperparah dengan adanya pedagang ikan dan sayur yang berjulan di luar areal pasar. Para pembeli kata Kornelis lebih memilih berbelanja di luar pasar akibat tidak dikenakan biaya parkir karen selama ini para pengendara baik motor maupun mobil tidak dikenakan biaya parkir.
Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi II, Heny Doing para pedagang menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi pasar dan meminta agar retribusi parkir dihentikan sementara.Heny Doing setelah mendengar keluhan pedagang menyampaikan, untuk melakukan suatu pembenahan ke arah yang lebih baik tentu dibutuhkan sebuah perubahan.
Pintu masuk areal pasar Alok yang dipersoalkan pedagang
Jika melakukan pembangunan namun berdasarkan faktor keadilan maka pembangunan tidak akan jalan. Cepat atau lambat semua pasar harus ditata menjadi lebih baik karenan ke depannya semua pasar tradisional yang ada di Kabu[aten Sikka khusunya kota Maumere akan dirubah menjadi pasar semi modern. Pemberlakuan retribusi baru dilaksanakan 2 minggu jadi belum bisa jadi patokan ungkap Heny lain soal kalau sudah 3 bulan berjalan.
“Nanti kita akan lihat lagi keluhan ini namun yang jelas kami tidak bisa kabulkan permintaan para pedagang.Kita berpikir bukan hanya kepentingan para pedagang saja namun pembeli yang datang pun mereka butuh kenyamanan saat berbelanja di pasar,”ujar Heny.
Kadis Perindag Kabupaten Sikka, Thomas Ola Peka berterima kasih atas masukan dari pedagang pasar. Apa yang disampaikan pedagang sebut Thomas akan menjadi catatan bagi pemerintah untuk menjadi pegangan ke depan. Perindag akan membangun pasar agar menjadi lebih baik. untuk maju tentu dibutuhkan perubahan.
“Tentu ada perubahan tapi itu juga kami akan minta masukan dari para pedagang,”kata Thomas.
Kepala Pasar Alok Laurens Conterius
Alek Agato Anggota Komisi II meminta agar para pedagang juga taat pada aturan yang sudah dibuat. Tidak boleh ada para pedagang yang memiliki lebih dari satu lapak atau tempat berjualan di pasar karena dengan begitu sebut Alek para pedagang lain pun bisa berjualan juga di dalam areal pasar dan tidak menggelar dagangan di luar areal pasar.
‘Saya minta agar pedagang juga taat aturan,jangan sampai satu orang memiliki lapak di semua pasar yang ada,kasihan pejual lain yang tidak kebagian tempat. Untuk itu saya minta Satpol PP untuk melakukan penertiban pedagang yang berjualan di luar areal pasar dan Perindag perlu melakukan pendataan ulang pedagang,”pinta Alek.
Kepala Satpol PP kabuapten Sikka,Frederik edmundantes dalam kesempatan tersebut juga berjanji akan segera melakukan penertiban terhadap para pedagang liar baik di luar areal pasar Alok maupun di kompelk tempat pelelangan ikan di dekat pelabuhan PPI Alok.Untuk itu Frederik meminta agar para pedagang juga membantu pihaknya dalam memberikan informasi terkait adanya pedagang liar yang berjualan di luar areal pasar.
Kepala Pasar Alok, Laurens Conterius yang ditemui Cendana News di Pasar Alok menyebutkan, untuk sementara pembangunan pintu masuk pelabuhan masih menggunakan karcis manual. Namun setelah dua minggu diberlakukan sistem ini pendapatan dari parkir yang dulunya hanya 200 ribu hingga 300 ribu sehari meningkat menjadi 1,5 juta rupiah sehari. Target retribusi di tahun 2016 menjadi 175 juta rupiah namun dengan adanya pintu masuk yang baru pasti meningkat.
“Selama sepuluh hari kami sudah setor ke kas daerah sembilan belas juta rupiah lebih ke kas daerah. jadi memang ada peningkatan drastis dan ini tentu memberi pemasukan bagi pemerintah daerah,” kata Laurens.
Terkait berbagai fasilitas yang kurang, Laurens berjanji akan memperbaiki. Semua pembangunan sebut Laurens dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan keuangan daerah. namun Laurens juga berharap agar para pedagang merubah perilaku dan menjaga segala fasilitas yang disediakan. Jangan sampai para pedagang hanya bisa mempergunakan fasilitas yang disiapkan namun tidak merawatnya.
Lihat juga...