JUM’AT, 8 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi
LAMPUNG—Sentra penghasil ikan air tawar di Kecamatan Palas, Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung terus dikembangkan warga yang membudidayakan berbagai jenis ikan di lahan kolam, empang serta sebagian menggunakan sistem keramba di Sungai Way Pisang.

Sebagian warga melakukan usaha perikanan air tawar mulai dari usaha pembenihan, pembesaran, pengadaan indukan, dan beberapa usaha penunjangnya diantaranya penyediaan pakan, obat obatan, peralatan budidaya dan bahkan usaha pemancingan ikan.
Beberapa warga di Kecamatan Palas membentuk kelompok budidaya ikan (Pokdakan) yang merupakan wadah para pembudidaya ikan di kawasan tersebut. Pembentukan kelompok pembudidaya ikan terutama air tawar terus membantu usaha masyarakat yang terjun di bidang budidaya ikan air tawar tersebut.
“Kami awalnya memulai budidaya ikan secara sederhana dan mandiri namun karena mulai banyak yang membudidayakan ikan sebagian ikan mas, ikan lele, patin dan gurame membuat kami akhirnya membentuk kelompok,”ungkap Saptudin, warga Desa Tanjung Sari Kecamatan Palas kepada Cendana News Jumat(8/1/2016).

Bermula dari membudidayakan dengan sistem kolam tanah, Saptudin bersama sekitar 10 orang pembudidaya ikan akhirnya membentuk kelompok Mina Sejahtera dengan pembenihan ikan lele serta beberapa jenis ikan lain. Pembenihan ikan berbagai jenis khusus ikan air tawar tersebut menjadi sumber pasokan bagi pembudidaya yang masuk dalam anggota kelompok untuk selanjutnya dikembangkan di kolam masing-masing anggota kelompok.
“Kita budidayakan di satu tempat lalu bibitnya nanti kita gunakan untuk setiap anggota, sistemnya membeli dan kita memiliki koperasi untuk memudahkan dalam transaksi,”ungkap Saptudin.
Pembentukan kelompok budidaya ikan menurut Saptudin, merupakan dasar untuk keabsahan usaha budidaya ikan, sebab selama ini ia mengakui bantuan dari instansi terkait memerlukan verifikasi terkait usaha tersebut.

Prioritas diberikan kepada kelompok yang secara nyata memiliki usaha tersebut. Permodalan dengan sistem kredit lunak juga mulai diterapkan oleh para pembudidaya ikan dengan mengajukan pinjaman ke perbankan dan digunakan untuk pengembangan usaha ikan di kelompok mereka.
“Kami pernah mendapatkan bantuan berupa alat penangkap ikan berupa jaring, terpal plastik untuk budidaya serta sebagian kaum ibu memperoleh pelatihan pengolahan abon ikan dan produk olahan dari ikan,”ujar Saptudin.
Ia mengungkapkan sebanyak 99 kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Palas terus berkembang sesuai dengan potensi wilayah tersebut yang berada dekat dengan aliran sungai dan pembuatan saluran dan tanggul. Produktifitas ikan di musim tertentu akan semakin meningkat meskipun diakui salah satu pembudidaya ikan air tawar di Palas Pasemah, Udin (45) kendala permodalan, pangsa pasar serta bencana menjadi faktor kerugian bagi pembudidaya ikan.

“Kami terkadang kesulitan mendapatkan modal terutama ketika akan memulai untuk membuat kolam baru selain itu saat musim penghujan wilayah Palas menjadi langganan banjir sehingga kami merugi,”ungkap Udin.
Kendala banjir tersebut mengakibatkan keramba jaring apung yang dibuat di Way Pisang harus segera dipindah ke kolam kolam tanah serta kolam plastik terpal yang telah dimiliki warga. Akibatnya biaya operasional untuk pembuatan serta pengangkatan ikan menjadi membengkak dengan mengupah pekerja.
Produktifitas ikan air tawar di wilayah Palas yang dikenal sebagai sentra ikan air tawar diakui pula oleh salah satu pengirim ikan ke Pulau Jawa. Sodikin yang setia dua minggu sekali memasok jenis ikan gurame, lele, mas ke Tangerang Banten mengakui dalam sekali pengiriman ia mampu mengirim sekitar 10 kuintal ikan yang dibawa menggunakan drum. Pengiriman dilakukan dengan sistem pemesanan kepada para penjual atau pengusaha kuliner seperti rumah makan serta warung makan.
“Ikan yang dibudidayakan di air mengalir atau ikan air deras pada keramba jaring apung lebih diminati serta kualitas dan jenis ikan air tawar dari Palas termasuk cukup diminati,”ungkap Sodikin.
Produktifitas yang tinggi serta harga bersaing dari kisaran harga 8 ribu- 10 ribu perkilogram dari pembudidaya ikan air tawar untuk jenis ikan lele, ikan Gurame dari 35 ribu-40 ribu perkilogram untuk ikan gurame serta ikan jenis lainnya membuat sektor usaha perikanan air tawar terus memberi nilai tambah bagi masyarakat Palas.
Ia mengakui usaha perikanan bagi Sodikin yang selain memiliki beberapa kolam dan juga mengirim ikan ke Pulau Jawa masih menjadi usaha sampingan yang bisa dikerjakan disela sela usaha lain. Beberapa masyarakat Palas bahkan sebagian merupakan petani padi sawah yang bisa melakukan budidaya ikan air tawar meskipun masih memiliki kesibukan bertani.
“Pasokan air cukup serta kondisi yang mendukung untuk usaha ikan air tawar di Kecamatan Palas merupakan sisi kelebihan daerah kami tinggal masyarakat mau atau tidak memanfaataknnya,”ungkap Sodikin.
Ia mengakui sektor usaha perikanan tersebut saat ini memamg masih digeluti oleh para pemilik modal yang cukup. Sementara bagi pemilik modal kecil, menjadi pemasok untuk para pengepul merupakan peluang, sehingga Sodikin terus mengambil ikan-ikan dengan ukuran yang sudah ditentukan dari para pembudidaya ikan agar pembudidaya ikan lainnya memperoleh keuntungan.
Pantauan Cendana News, selain kolam tanah dan kolam terpal beberapa warga memanfaatkan embung serta sungai untuk budidaya ikan air tawar di Kecamatan Palas. Pemanfaatan sumber air yang cukup lancar dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan perekonomian selain digunakan untuk pengairan sawah mereka.