JUM’AT, 8 JANUARI2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Rustam
KENDARI—Ada-ada saja yang dilakukan Nur Alam, Gubernur Suawesi Tenggara. Hanya dalam dua bulan, pasca pelaksanaan Festival Keraton Nusantara (FKN) dan Festival Qasidah Nasional pertengahan November 2015, nama Tugu Persatuan diganti menjadi Tugu Religi Sultra. Padahal tugu yang dibangun tahun 2006 itu, sudah dikenal publik dengan sebutan Tugu Persatuan.
![]() |
| Tugu Persatuan |
Ketua Komisi I DPRD Sultra, La Ode Muhammad Taufan Alam Besi bersuara atas perubahan nama Tugu Persatuan menjadi Tugu Religi Sultra. “Pemerintah Provinsi Sultra tidak pernah berkoordinasi mengenai perubahan nama Tugu Persatuan. Idealnya dilakukan konsultasi,” kata Taufan sapaan akrab politisi asal Kabupaten Munaini.
Monumen Tugu Persatuan dibangun di alun-alun eks-MTQ pada zaman pemerintahan Ali Mazitahun 2003-2008. Seluruh lokas ialun-alun eks-MTQ, termasuk Tugu Persatuan didesain oleh arsitek Dany Pomanto, yang sekarang menjadi Walikota Makassar.
Tugu Persatuan yang dibangun ketika Ali Mazi menjabat GubernurSultra, tingginya mencapai 99 meter.Tugu itu dinamakan Tugu Persatuan karena mengandung makna filosifis persatuan masyarakat Sultra, sebab Provinsi Sultra dihuni aneka ragam sukudan agama.
![]() |
| La Ode Muhammad Taufan Alam Besi |
Etnis yang mendiami di wilayahdaratan, terdapatsukuTolaki, Bugis, Jawa, Bali, Moronene, Dayak, Batak, Aceh, Papua dan lain sebagainya. Sedangkan di wilayah kepuluan, terdapat suku Buton, Muna, Wawoni dan suku Bajo serta suku lainnya.
“Masyarakat Sultra ini heterogen, sehingga inilah yang menjadi pertimbangan Pak Ali Mazi menamakan Tugu Persatuan,” kata Taju, salah seorang warga yang menjadi saksi sejarah pembangunan Tugu Persatuan.
Tugu Persatuan yang kondisinya saat ini tidak terawat, suasana pada malam hari sangat gelap.Tempat ini biasa dijadikan tempat nongkrong anak muda-mudi. Beberapa kali anggota Satpol PP Provinsi Sultra yang bertugas menjaga asset menangkap basah pelaku mesum.
Melihat kondisi tersebut, sehingga tidak beralasan Nur Alam mengganti nama Tugu Persatuan menjadi Tugu Religi Sultra. Alasan lain, dari sisi promosi nama Tugu Persatuan sudah terkenal keseluruh dunia melalui mesin pencarian google. Hanya dalam waktu sekejap, nama Tugu Persatuan sudah ditemukan 113.000 di google.
