Pemerintah Akhirnya Menunda Rencana Terkait Perubahan Harga BBM

SENIN, 4 JANUARI 2016
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono

NASIONAL—Rencananya, Pemerintah Pusat akan melakukan perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar. Perubahan tersebut menyesuaikan dengan anjloknya harga minyak mentah di pasar dunia internasional, dimana harganya sempat berada di kisaran 35 Dolar Amerika (USD) per barel.

Sudirman Said

Menjelang pengumuman perubahan harga BBM yang rencananya akan disampaikan petang nanti, jika hal itu benar-benar terjadi, maka kemungkinan besar perubahan harga BBM tersebut akan efektif berlaku secara nasional mulai pukul 24:00 WIB, Selasa (05/01/2016) dini hari.
Pantauan Cendana News, sejak siang hingga sore ini, suasana di Kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat terlihat ramai. Beberapa mobil dinas Menteri Ekonomi Kabinet Kerja terparkir dengan rapi.
Di dalam ruangan tampak puluhan wartawan cetak dan elektronik sejak siang hingga sore sedang menunggu keterangan dan penjelasan terkait hasil agenda pertemuan rapat tertutup yang dilaksanakan beberapa Menteri Ekonomi Kabinet Kerja.
Beberapa Menteri Ekonomi Kabinet Kerja yang terlihat hadir antara lain, Darmin Nasution Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bambang Soemantri Brodjonegoro Menteri Keuangan, Sofyan Djalil Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Rini Soemarno Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Sudirman Said, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sementara itu, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, dengan didampingi Direktur Pemasaran PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, terlihat baru saja hadir dan segera bergegas memasuki ruangan.
Setelah menunggu beberapa saat, satu per satu Menteri Kabinet Kerja terlihat keluar dari ruangan rapat. Yang pertama kali keluar adalah Menteri Negara BUMN Rini Soemarno, dengan didampingi dua pejabat tinggi dari Pertamina, yaitu Dwi Sutjipto dan Ahmad Bambang.
Rini Soemarno saat ditanya wartawan mengatakan “saya tidak mau berkomentar, maaf sebelumnya saya buru-buru, tunggu saja hasil Rapat Kabinet di Istana Negara sore nanti” terangnya singkat, sesaat kemudian RIni Soemarno bergegas memasuki mobil dinasnya.
Menyusul keluar dari ruangan adalah Sofyan Djalil Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, saat ditanya wartawan terkait rencana perubahan harga BBM, Sofyan Djalil lebih memilih “mengalihkan pembicaraan” dan membahas tentang ketahanan energi listrik nasional.
Darmin Nasution Menteri Koordinator Bidang Perekonomian beberapa saat setelah keluar dari ruangan rapat mengatakan “ada kemungkinan perubahan harga BBM mengalami penundaan, salah satu indikatornya mungkin menunggu persetujuan Anggaran Pandapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 yang akan disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)”  jelasnya kepada wartawan.
“Hasil rapat di Kantor Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian siang tadi telah menentukan berapa besaran perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), namun mohon maaf rinciannya tidak dapat saya utarakan sekarang, nanti setelah Rapat Kabinet akan segera saya sampaikan” kata Sudirman Said, Menteri ESDM.
Sampai berita ini ditulis, baru saja Darmin Nasution Nasution tiba kembali di Kantor Kementrian Koodinator Perekonomian, setelah beberapa saat sebelumnya mengikuti Rapat Kabinet di Istana Negara.
Darmin Nasution kemudian menjelaskan panjang lebar kepada wartawan, intinya setelah menggelar Rapat Kabinet di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akhirnya memutuskan menunda rencana perubahan harga BBM dan menunggu persetujuan dari DPR, daripada nantinya menimbulkan “kontroversi”.
Dengan adanya keputusan tersebut, maka pemberlakuan mekanisme “pungutan” dari setiap penjualan BBM jenis Premium dan Solar juga akan ditunda. Padahal rencananya, sebagian dari hasil penjualan BBM tersebut akan diperuntukkan sebagai Dana Ketahanan Energi Nasional.
Lihat juga...