Naiknya Harga Daging Sapi, Tak Berdampak Bagi Peternak Sapi

SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA—Meski harga jual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta mengalami kenaikan, namun tak menjadi kabar gembira bagi para peternak sapi. Harga jual sapi hidup tak mengalami kenaikan berarti.

Bejo

Terkait naiknya harga daging sapi, sejumlah peternak sapi di Dusun Mulungan, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, mengaku tak ada pengaruh signifikan. Harga jual sapi hidup tetap didasarkan pada kualitas sapi itu sendiri. Jika sehat dan gemuk, sapi bisa laku mahal karena dagingnya banyak. Demikian dikatakan Bejo (60), salah satu peternak sapi dusun Mulungan ketika ditemui Selasa (26/1/2016).
Bejo memaparkan, selama ini peternak sapi dusun Mulungan yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Andhini Mangambar, lebih sering menjual sapi anakan usia 4-5 bulan. Ini dilakukan, agar tidak terlalu banyak sapi yang dipelihara sampai besar yang bisa memakan biaya perawatan dan pakan yang tinggi. Menurutnya, anakan sapi dari semua jenis seperti Limosin, Metal dan PO usia 4-5 bulan bisa laku dijual seharga Rp. 11 Juta untuk jantan dan betina sekitar Rp. 7-8 Juta. Sedangkan sapi betina siap kawin bisa laku Rp. 16 juta. 
Namun, sangat jarang peternak menjual sapi dewasa karena biaya pemeliharaan yang mahal sedari kecil. 


Bejo menegaskan, harga jual sapi usia anakan tersebut memang sedikit mengalami kenaikan dibanding harga tahun lalu. Namun kenaikan itu tidak membuat 23 peternak sapi yang tergabung dalam Kelompok Tani Andhini Mangambar serta-merta berbondong-bondong menjual anak sapinya.  
Saat ini, Kompok Tani Andhini Mangambar memiliki 60-an ekor sapi besar dan kecil. Dalam waktu dekat ini, kata Bejo, kelompoknya juga akan mendapat tambahan 10 ekor sapi dari program bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO).
Kementerian Pertanian. Sementara itu, tak ada kendala berarti dalam memelihara sapi saat ini. Ketersediaan pakan melimpah dan ada dokter hewan yang selalu siap datang ketika ada masalah. “Bahkan, setiap tiga bulan sekali, sapi-sapi ini diimunisasi”, pungkasnya.
Lihat juga...