RABU, 20 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Sulitnya memperoleh pekerjaan dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah hal yang sering ditemui beberapa waktu ini. Misalnya salah seorang warga Balikpapan bernama Siswa (37) tidak pernah menduga akan menjadi salah satu orang yang terkena PHK di industri pertambangan yang selama ini menjadi sektor andalan Kalimantan Timur.
![]() |
| Kantor BPS Balikpapan didatang pelamar untuk menjadi tenaga survei sensus ekonomi |
“Tak pernah menyangka akan terjadi dan kena PHK juga. Tapi namanya juga lagi lesu mau bagaimana lagi,” ungkap pria yang melamar ke BPS Balikpapan sebagai tenaga kontrak survei sensus ekonomi, Rabu (20/1/2016).
Siswa mengatakan saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan tengah membuka lowongan untuk tenaga survei sensus ekonomi. Dan yang dibutuhkan ada sekitar 1.200 tenaga ini peluang meski tak lama.
“Saya coba ngelamar di BPS sebagai tenaga kontrak sebulan untuk mengisi waktu yang kosong saja. Walau sebenarnya sudah ada kabar dari Bontang dan Sangata untuk tambang,” ujar warga Kampung Timur kota Balikpapan.
Siswa merupakan satu dari ribuan pekerja disektor tambang yang terkena dampak PHK akibat melambatnya perekonomian nasional dan dunia serta anjloknya nilai atau harga batubara di pasaran dunia.
Siswa sebelumnya bekerja di pertambangan di Sangatta Kabupaten Kutai Timur selama dua tahun namun sejak beberapa bulan lalu dia terkena imbas PHK.
Menurut Siswa, melamar tenaga survei hanya untuk mengisi kekosongan. Dan mencoba peruntungan bersama temannya mendatangi kantor BPS. “Tadi diwawancarai mengenai pola kerja dan mekanismenya. Nanti dikabarin lagi katanya diterima atau tidak,” bebernya.
Diketahui, BPS Balikpapan membutuhkan tenaga survei sebanyak 1.200 orang untuk melaksanakan survei sensus ekonomi yang akan berlangsung mulai bulan Mei.
Dan dalam sepekan ini kantor BPS Balikpapan ramai didatangi sejumlah tenaga kerja yang ingin melamar sebagai tenaga survei. Sensus ekonomi meliputi seluruh usaha atau perusahaan non pertanian, pasar, mal, perkantoran, bank, termasuk pkl, pasar kaget, penjual keliling, penjual pulsa dan lain kegiatan ekonomi.