Hingga Akhir Januari Warga Egon Gahar Masih Berada di Posko Pengungsian

RABU, 20 JANUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Warga Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka yang mengungsi akibat meningkatnya aktifitas Gunung Egon hingga ditetapkan masuk status siaga, Rabu (13/01/2016) pukul 06.00 WITA, warga pun dievakuasi ke posko pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Sikka di dua lokasi di Kecamatan Mapitara.

Lokasi pengungsian di Pasar Natakoli


Warga yang menempati posko pengungsian sejak Minggu (17/01/2016), dipastikan menempati posko pengungsian hingga tanggal 31 Januari dari jadwal ideal sesuai aturan selama 10 hari hingga tanggal 26 Januari. Perpanjangan waktu tersebut dilakukan mengingat tanggal 30 Januari 2016, ada perhelatan pemilihan kepala desa serentak dimana Desa Egon Gahar termasuk didalamnya.
Hal ini disampaikan Drs. Bakri Kari, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sikka saat ditemui Cendana News, Rabu (20/01/2016). Dikatakan Bakri, Bupati Sikka saat pertemuan bersama warga di lokasi pengungsian, Senin (18/01/2016) juga sudah menyampaikan hal ini di hadapan pengungsi. Namun jika status siaga yang dikeluarkan pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Bandung masih belum mencabut status tersebut, maka otomatis pemerintah akan memperpanjang waktu pengungsian.
“ Status pengungsi akan bergantung kepada rekomendasi yang dikeluarkan pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi Bandung karena pemerintah daerah juga tidak berani mengambil resiko untuk mengembalikan warga ke kampungnya,” terang Bakri.

Lokasi pengungsian di kantor camat Mapitara

Hingga hari ketiga sejak dioperasikan posko pengungsian,radio komunikasi belum bisa berfungsi. Otomatis informasi dari posko pengungsian tidak bisa diteruskan ke kantor BPBD Sikka di Maumere yang berjarak sekitar 50 kilometer dari lokasi posko didirikan. Hal ini diperparah dengan belum adanya jaringan telepon seluler di seluruh wilayah Kecamatan Mapitara dan beberapa desa sekitarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sikka Consita H. Diu saat ditemui Cendana News di kantor BPBD Sikka, Selasa (19/01/2016) membenarkan hal ini. Dikatakan Consita,untuk sementara informasi dari posko dilakukan secara manual saja dimana petugas BPBD di posko yang datang ke Maumere sekalian melaporkan kondisi terkini di lokasi pengungsian. Alat komunikasi yang ada untuk sementara hanya menjangkau antar posko saja di dalam wilayah Kecamatan Mapitara saja.

Bupati bersama Kapolres Sikka, Dandim 1603 Sikka,Wadanlanal Maumere sedang memberikan pengarahan dan meninjau lokasi pengungsian

Selain itu, komunikasi antara BPBD Sikka dan petugas di pos pemantau gunung api Egon di Desa Nangatobong yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Maumere masih bisa dijangkau. Pemancar yang ada di Jalan Kimang Buleng terang Consita sudah diperbaiki sehingga bisa dipakai berkomunikasi hingga pos pemantau sementara untuk sampai ke posko diperlukan alat penguat sinyal atau repeater.
“Tahun lalu sudah dianggarkan tetapi tahun ini tidak dianggarkan.Saya sudah melaaporkan hal ini kepada kepala BPBD yang baru dan menunggu keputusan selanjutnya,” tutur Consita.
Lihat juga...