Korban Meninggal Akibat DBD Bertambah, Dinkes Balikpapan Laksanakan Program PSN

SENIN, 25 JANUARI 2016
Jurnalis: Ferry Cahyanti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggut nyawa satu anak RT 30 Kelurahan Telagasari pada Minggu (24/1/2016). “Meninggalnya satu anak ini menambah jumlah korban meninggal dunia akibat DBD dalam bulan Januari 2016,” terang Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Suheriyono.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Suheriyono


Ia prihatin dengan jumlah korban meninggal dunia akibat DBD masih terjadi. Saat ini jumlah kasus DBD sebanyak 103 kasus hingga minggu kedua Januari 2016. Sementara korban meninggal dunia sebanyak tiga jiwa.
Untuk mencegah bertambahnya korban karena DBD ini, pemerintah akan melaksanakan program gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada 31 Januari mendatang. “Gerakan serentak sarang nyamuk ini dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan dan kecamatan. Disediakan 400 kilo abate untuk ditebar,” jelas Suheri, Senin (25/1/2016).
Tidak hanya gerakan serentak lanjut Suheri, penyuluhan dan fogging (pengasapan) di daerah endemis juga terus dilakukan untuk menekan angka penderita DBD. Tahun ini anggaran penanggulangan penyakit dbd dianggarkan sekitar 2,5 miliar.
Ia mengharapkan tidak ada lagi korban meninggal dunia karena DBD. Dan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk akan dilakukan terus. “Harapannya jangan ada lagi korban. Masyarakat juga harus waspadai tanda-tanda penyakit DBD,” tutupnya.
Lihat juga...