Kiprah R-Pintar untuk Pendidikan di Tanah Rencong

MINGGU, 10 JANUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Gani Khair / Zulfikar Husein 

ACEH—Kondisi pendidikan Aceh yang kian hari semakin terpuruk, menjadi salah satu motivasi sejumlah kaum muda di Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk mendirikan sebuah komunitas yang diberi nama Relawan pendidikan Tanah Rencong (R-Pintar).


R-Pintar digadang untuk membantu pemerintah mewujudkan kemerdekaan pendidikan bagi rakyatnya. Anak muda yang hadir dari berbagai latar balakang tersebut bersepakat untuk terlibat membantu mendongkrak kemajuan pendidikan di Aceh.
“Pendidikan di Aceh sangat memprihatinkan, kita jauh ketinggalan dari orang-orang lain (dari daerah lain, red), karena itu kami berinisiatif untuk membantu pemerintah melalui berbagai kegiatan dalam rangka mendorong kemajuan pendidikan di Aceh,” ujar Hasan, Koordinator R-Pintar, kepada Cendana News, Minggu, 10 Januari 2016.
Ia menambahkan, semangat menjadi relawan pendidikan juga muncul dari ucapan mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela. ‘Pendidikan adalah senjata paling kuat dan ampuh untuk mengubah dunia’ maka hari ini jangan bermimpi megubah dunia jika negara yang diperjuangkan dengan tangisan dan darah ini belum bisa merdeka sepenuhnya’.
R-Pintar sendiri dicetus pada 10 Mei 2015. Anak-anak muda kreatif tersebut awalnya membantu kegiatan Kelas Inspirasi Tanah Rencong (KITR) yang digagas Indonesia Mengajar. Selain itu, R-Pintar juga melakukan sejumlah kegiatan lainnya.
Komunitas tersebut kata Hasan, bersifat suka rela. Semua relawan yang tergabung didalamnya atau siapa saja yang ingin bergabung tidak akan dibayar atau mendapatkan bayaran dari setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Salah satu kegiatan yang ikut digagas oleh komunitas tersebut adalah melaksanakan kegiatan Jambore siswa Sekolah Dasar (SD). Puluhan siswa SD dari berbagai sekolah di pedalaman Kabupaten Aceh Utara kemudian dikumpulkan di wilayah perkotaan.
“untuk mereka kita buat jambore, tujuannya agar anak-anak di desa pedalaman saling mengenal satu sama lain, kemudian bisa merasakan iklim di daerah perkotaan, bagaimana sekolah di perkotaan, dan saling berbagi pengalaman,” ujar Intan, salah seorang relawan R-Pintar.
Pada kegiatan jambore tersebut, siswa-siswa SD pedalaman tersebut juga diajak mengunjungi sejumlah instansi seperti Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kantor Bupati, Dinas Pendidikan, Rumah Sakit hingga mengenalkan dunia perbankan dengan mengunjungi sejumlah Bank.
Nantinya, anak-anak muda yang tergabung dalam R-Pintar ini sedang menggagas sebuah konsep ‘Taman Baca’. Komunitas ini akan membawa ratusan buku ke sekolah-sekolah terpencil lalu menggelar taman baca.
“Kegitan ini kita rencanakan akan kita lakukan dua minggu sekali, nanti kita akan ajak anak-anak membaca koleksi buku yang kita punya. Kita berharap kehadiran kita mampu membantu pendidikan di Aceh, khususnya Aceh Utara menjadi lebih baik,” pungkas Intan.
Lihat juga...