Kendari Belum Memiliki Tempat Penampungan dan Pembinaan PSK

SELASA, 12 JANUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Rustam

KENDARI—Wakil Walikota Kendari Musadar Mappasomba menyatakan agar mewaspadai tempat yang diduga sering digunakan untuk praktek prostitusi. Diantaranya warung, hotel dan wisma. 

Musadar Mappasomba

“Persoalan ini sudah dari dulu, namun sekarang ada gaya baru yang harus dicek di lapangan dan diwaspadai seperti hotel dan wisma. Itu tempat menginap yang biasanya dijadikan tempat praktek prostitusi,” ujar Musadar saat dihubungi, Selasa (12/1/2016).
Meski di Kendari tidak ada lokalisasi, namun tempat penginapan biasa dijadikan lokasi terjadinya transaksi ini.

Menurutnya, ini adalah penyakit masyarakat. Cara mengatasinya bukan hanya dengan cara keras, tetapi juga harus melakukan pendekatan kultural, agama dan nilai luhur adat istiadat untuk menjadi penguatan dan tameng diri.
“Masalah ini tidak bisa ditangani sendiri karena ini persoalan moral. Seluruh pihak, termasuk keluarga juga mempunyai peran penting,” katanya.
Ia mengakui, salah satu kendala saat ini adalah tidak adanya tempat penampungan bagi PSK yang terjaring untuk diberikan pembinaan lebih lanjut. 
“Yang akan dilakukan adalah ditangkap dan diidetinfikasi. Kemudian jika salah satu penyebabnya adalah soal desakan ekonomi, harusnya dicarikan solusi agar yang bersangkutan tidak mengulangi tindakannya,” tutupnya.

Masalah ini diangkat oleh Wakil Walikota Kendari karena mulai banyaknya warga yang diresahkan dengan masalah ini dan untuk mengantisipasi adanya praktek penjualan manusia di wilayah Kendari dalam lingkaran praktek prostitusi. 

Lihat juga...