KBS Lakukan “Pengkayaan” Hewan dan Pelatihan Dokter Hewan

SENIN, 19 JANUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Kebun Binatang Surabaya (KBS) terus lakukan pembenahan demi meningkatkan kualitas. Salah satunya dengan adanya program ‘pengkayaan’ untuk satwa yang ada di dalam KBS dengan menggandeng Ms. Fareea Ma dari APE (Animal Projects and Enviromental education), Malaysia dan Mr. Dave Morgan dari Wild Wellife, Afrika Selatan. Kerjasama ini membentuk program kerja selain pengkayaan juga pelatihan bagi dokter hewan dan penjaga (keeper) hewan.


Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) KBS, Aschta Boestani Tajudin mengatakan pengkayaan yang dimaksud yaitu satwa dilatih untuk bergerak sesuai dengan habitat aslinya.
“Misalnya untuk landak guna melatih kaki belakangnya, kami memberi makan dengan cara digantung,” terangnya kepada Cendana News, Senin (18/1/2016).
Hal ini dilakukan agar hewan terus aktif bergerak supaya tidak mengalami obesitas dan demi menjaga kesehatan satwa.
“Selain melakukan pengkayaan, kami juga akan bekerja sama dalam hal pelatihan dokter hewan juga penjaga (keeper) hewan,” ujarnya.
Fareea Ma menambahkan kerjasama ini tidak hanya KBS menerima masukan, namun KBS juga berhak memberikan masukan atau berbagi ilmu ke kebun binatang negara lain dalam hal perawatan satwa yang baik dan benar.
“Kerjasama ini diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi satwa juga KBS sendiri,” ucapnya.
Dave Morgan malah memberikan apresiasi yang luar biasa serta akan membagikan informasi terkait kemajuan KBS dalam merawat dan mengembangbiakan bekantan.
“Bekantan susah perawatannya, namun KBS berhasil merawat bekantan hingga berjumlah 70 ekor,” katanya.
Menurut Dave, yang berhasil mengembangbiakan bekantan hanya KBS, di negara lain seperti Singapura dan Jerman hanya mampu merawat bekantan individu maupun sepasang, dan bukan dalam grup.
“Ilmu merawat bekantan inilah yang harusnya bisa dibagi ke kebun binatang negara lain,” pungkasnya.
Pelaksanaan program direncanakan berjalan 6 bulan, namun diharapkan akan terus berlanjut. Perbaikan mutu KBS harus terus dilakukan demi menyongsong 100 tahun KBS.
Lihat juga...