SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Lidya Salmah / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Lidya Salmah
JAYAPURA—Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua khususnya warga Kota Jayapura, untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak perlu terpengaruh soal kondisi Kamtibmas pasca kaburnya 13 narapidana Lapas Klas IIA Abepura pada Jumat pekan lalu.
![]() |
| Pertemuan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian serta Forkominda Papua di Aula Rastra Samara Mapolda Papua |
“Untuk masyarakat tetap kegiatan dan beraktivitas seperti apa adanya karena untuk urusan para Napi itu adalah tanggungjawab kita gabungan TNI dan Polri,” ungkap kapolda usai pertemuan dengan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian serta Forkominda Papua di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Senin (11/1/2016).
Justru sebaliknya mantan Kapolda Papua Barat ini meminta masyarakat lebih proaktif dalam memberikan informasi terkait hal-hal yang tidak biasanya ditemui di sekitar lingkungan tempat tinggalnya atau lingkungan sosial lainnya.
“Kalau ada orang asing yang datang dan gerak-geriknya dicurigai seperti yang termuat dalam media massa, ya tolong segara bisa dilaporkan kepada kami. Dan nanti kami yang tangani mereka, dan ini harapan kami kepada masyarakat,” pesannya.
Tak dipungkiri pasca kaburnya para Napi itu, warga Kota Jayapura merasa was-was ketika bepergian malam hari dan lebih khususnha ke arah perbatasan RI-PNG di wilayah Skouw-Wutung. Alasannya, daerah tersebut disinyalir menjadi tempat pelarian para residivis itu untuk bersembunyi dari kejaran aparat keamanan.
“Jadi ada rasa nggak nyaman mau ke perbatasan, ya takut kenapa-kenapa di jalan,” ujar Rinto, warga Polimak, Kota Jayapura.
Sebelumnya 13 narapidana kabur dari Lembaga Pemayarakatan Klas IIA Abepura, Jum’at (8/1/2016) siang sekitar pukul 11.00 WIT. Kaburnya belasana Napi itu sontak membuat Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kecewa. Pasalnya, dari catatan Polda Papua mereka diantaranya aktor penting dalam aksi penembakan yang terjadi di wilayah Pegunungan Papua.
“Beberapa diantaranya memang ada tangkapan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, baik dari Tolikara maupun Puncak Jaya, Yambi dan sekitar Wamena. Mereka yakni, Rambo Tolikara, Kartu Kuning alias Yogor Telenggen, yang selama ini menjadi aktor kekerasan bersenjata di wilayah Pegunungan,” jelas Kapolda.
Berikut nama-nama narapidana yang kabur berdasarkan data dari Kepolisian. Mereka yakni, Derfin Togotu, Jon Uwaga, Darius Doga, Lapis Wantik, Feli Tabuni, Jefran Efrain Oagay, Yanuarius Muyak, Eki Dabi, Derius Wanimbo alias Rambo Tolikara. Iwan Itlay, Andinus Karoba, Usmin Telenggen, Kartu Kuning alias Yogor Telenggen dan Hendrik Joke.