Butuh Waktu Sepekan Memperbaiki Kerusakan Dua Fender di Dermaga V Bakauheni

SENIN, 11 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Sarana Dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan berupa besi baja penahan kapal (fender) rusak akibat tertabrak KMP Titian Murni pada Minggu sore (10/1/2016)  sekitar pukul 15:00 WIB saat akan melakukan aktifitas sandar di dermaga. Akibat tertabrak Kapal Motor Penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Merak tersebut mengakibatkan fender nomor 4 dari sebanyak 5 fender terjatuh ke dalam laut sehingga menyulitkan aktifitas sandar kapal.


Kepala pos dermaga V  PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni Haryadi mengungkapkan akibat tertabrak KMP Titian Murni milik perusahaan pelayaran Jembatan Nusantara (JN) tersebut selain fender nomor 4 yang jatuh, ender nomor 3 juga tergeser dari tempat semula.
Haryadi mengaku beberapa bulan sebelumnya di lokasi yang sama juga kerusakan terjadi pada tiga buah fender (bumper yang digunakan untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kapal akan merapat ke dermaga) di dermaga V akibat tertabrak kapal.
Fender yang  rusak, dua diantaranya karam di laut dan akan segera diangkat oleh para tekhnisi dengan cara ditarik. Akibat rusaknya fasilitas fender maka aktifitas bongkar muat di Dermaga V mengalami hambatan. Hambatan terjadi akibat nahkoda harus lebih berhati hati untuk aktifitas olah gerak kapal terutama saat akan sandar.
“Saat ini sedang dilakukan proses pengangkatan fender yang karam ke laut dan proses perbaikan fender yang tergeser dari lokasi semula meski masih berada pada dudukan dolphin dan tetap harus diperbaiki,”ungkap Haryadi.
Sementara itu, menurut Manager  PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni Heru Purwanto, fender yang rusak satu diantaranya masih menempel pada dolphin namun harus diperkuat dengan tali sling (baja). Namun satu  diantara fender tercebur ke laut akibat terlepas . Hilangnya tiga fender tersebut dikuatirkan bisa membahayakan kapal-kapal yang akan sandar terutama di bagian bahu kapal akibat terbentur langsung dengan beton dolphin untuk bersandar.
Heru Purwanto menyebutkan, menjadi sangat vital untuk keamanan kapal Roll on Roll Off (Roro) yang akan berlabuh di dermaga. Akibat fender tertabrak kapal, aktifitas kapal lintasan Selat Sunda yang bersandar pada dermaga lima terpaksa untuk sementara tidak beroperasi. Namun hanya dua kapal yang tidak melakukan aktifitas sementara kapal lain masih terus beroperasi.
“Perbaikan memang sedang dikerjakan meski sebelumnya pernah rusak kemudian segera diperbaiki dan kini ada yang tertabrak kapal lagi sehingga aktifitas di dermaga tersebut tidak terganggu,”ungkap Heru Purwanto kepada Cendana News, Senin (11/1/2015).
Perbaikan fender atau japra permanen yang ada di Dermaga V akan dikerjakan dalam sepekan, berupa penggantian fender baru serta mengangkat fender yang terjatuh dari posisi semula. Selain perbaikan fender bagian tekhnik PT ASDP Cabang Bakauheni juga akan melakukan perbaikan pada jembatan penghubung antar fender yang ada di dermaga yang sebagian rusak.
“Jembatan penghubung yang digunakan pekerja penarik tali sebagian sudah rusak juga akan segera diperbaiki dan dalam waktu sepekan dipastikan akan selesai,”ungkap Heru Purwanto.
Pantauan Cendana News, Kapal BSP I yang akan melakukan aktifitas sandar harus ekstra hati-hati meski harus menghabiskan waktu lebih lama dari biasanya saat kondisi fender belum rusak. Sementara itu beberapa pekerja terlihat sibuk menarik fender yang terjatuh menggunakan crane buatan. Crane buatan dengan rantai dan penopang tersebut dibuat akibat tidak adanya alat crane yang dipasang di Dermaga V Pelabuhan Bakauheni. 
Salah satu pekerja, Joni (34) mengungkapkan saat ini sedang menarik fender serta melakukan pengelasan pada beberapa bagian fender yang akan dipasang. Ia mengungkapkan fender yang akan diperbaiki diantaranya fender nomor 4 dan  fender nomor 3.
“Perbaikan fender masih menunggu tambahan pekerja karena fender yang karam ditarik secara manual menggunakan tenaga manusia,”ungkap Joni.
Dikonfirmasi terpisah terkait rusaknya fender di Dermaga V, salah satu perusahaan pelayaran PT JL, melalui kepala perwakilan JL di Bakauheni, Hasan, mengaku perbaikan fender harus segera dilakukan. Sebab menurutnya fender sangat penting untuk melindungi badan kapal dari benturan yang bisa berakibat bocornya dinding kapal.
“Kalau tak segera diperbaiki maka bisa membahayakan kapal yang akan bersandar dan menyangkut keselamatan penumpang yang ikut dalam pelayaran,”terang  Hasan.
PT JL yang memiliki sekitar 6 kapal berbobot rata-rata diatas 60.000 GT  di lintasan Selat Sunda merupakan salah satu dari puluhan operator kapal Roll on Roll Off (Roro) yang melayani pelayaran di Selat Sunda. 
Hasan sebagai kepala perwakilan JL di Bakauheni berharap perbaikan bisa segera dilakukan agar kapal-kapal yang bersandar tak mengalami kendala tekhnis. Ia juga memahami perbaikan fender memerlukan waktu lama dan perbaikan fender terbilang tidak murah bisa mencapai Rp7-Rp8 juta perfender.
Pantauan Cendana News, hari ini PT ASDP Cabang Bakauheni dan PT ASDP Cabang Utama Merak mengoperasikan sebanyak 22 unit kapal Roll on Roll Off dengan pelayaran rata rata sebanyak 89-91 trip. Sementara kondisi perairan Selat Sunda dalam satu pekan terakhir cukup tenang dan aktifitas kapal di lintasan Selat Sunda masih berjalan normal.
Lihat juga...