JUMAT, 29 JANUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH—Belasan pemuda yang mengklaim diri sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menggelar aksi demonstrasi di depan markasnya di Jalan Malahayati, Simpang Empat, Lhokseumawe, Jumat (29/1/2016). Aksi tersebut digelar karena PMI Lhokseumawe dianggap tidak aktif.

Belasan massa yang didominasi oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) itu memulai aksi demonstrasi pada pukul 16.00 WIB. Massa mengusung sejumlah poster yang terbuat dari karton yang bertuliskan aspirasi para pendemo.
Selain itu, kehadiran sejumlah massa tersebut juga untuk mempertanyakan sejumlah relawan yang dipecat secara sepihak oleh Pelaksana Tugas Ketua PMI Cabang Lhokseumawe. “Kenapa relawan dipecat sekitar bulan 10 kemarin (bulan Oktober 2015,red),” ujar Muhammad Waly, Koordinator Aksi Demostrasi.

Waly menambahkan, aksi yang mereka lakukan juga untuk mempertanyakan kondisi ke PMI Lhokseumawe yang tidak aktif. Kata Waly, selama ini kantor yang sering disebut markas PMI Cabang Lhokseuamwe tersebut terlihat tidak aktif sama sekali.
“Kantor ada, tapi kenapa kok tidak aktif. Selama ini jugab tidak pernah ada kegiatan di PMI Lhokseumawe ini, vakum, nggak ada kegiatan apa-apa, udah gitu tiba-tiba kami relawannya dipecat, kami sendiri tidak tahu alasan kenapa kami dipecat,” kata Waly.
Menurutnya, alasan Ketua PMI Lhokseumawe memecat Waly dan teman-temannya karena ia dan rekan lainnya dianggap bukan relawan yang mengabdi untuk PMI Lhokseumawe. “Ada sekitar 25 orang kami yang dipecat, kami dibilang bukan relawan sini (PMI Lhokseumawe), padahal selama ini kami yang menjalanakn roda organisasi,” pungkas Waly.
Aksi protes tersebut dari massa yang mengaku relawan hanya berlangsung sekitar 45 menit. Aksi protes berakhir setelah massa menempel sejumlah karton yang dibawa di dinding dan pada pintu markas PMI Cabang Kota Lhokseumawe.