RABU, 20 JANUARI 2016
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi
LAMPUNG—Maraknya pembangunan infrastruktur dan properti di wilayah Lampung membuat jasa penyewaan alat berat dicari oleh warga selama beberapa bulan terakhir. Jasa penyewaan alat berat yang ditawarkan oleh pemilik usaha sewa alat berat pun mulai bermunculan baik untuk penggunaan pribadi serta kepentingan perusahaan.

Penggunaan alat berat menurut salah satu warga Kecamatan Bakauheni, Sobari (40) alat berat yang disewakan selama dipergunakan untuk pengerukan,pengurukan tanah perbukitan yang ada di wilayah Lampung Selatan untuk berbagai keperluan.
“Saya menggunakan jasa alat berat untuk mengeruk lahan milik saya yang akan dipergunakan untuk pembuatan lahan parkir sekaligus restoran yang sedang saya perluas,”ungkap Sobari di Bakauheni kepada Cendana News, Rabu (20/1/2016)
Sobari mengungkapkan beberapa pemilik usaha rumah makan yang berada di sepanjang Jalan Lintas Sumatera rata-rata memiliki lahan parkir cukup luas dari hasil perluasan dengan cara penimbunan. Ia bahkan mengaku awalnya memiliki restoran yang lahan parkirnya cukup sempit namun setelah dilakukan perluasan selain dirinya beberapa warga masyarakat lainnya pun mendapat keuntungan.
Keuntungan dari perluasan area rumah makan tersebut diakui oleh Sobari dimanfaatkan oleh warga lain dengan mendirikan warung penjualan oleh-oleh, kantor pengurus kendaraan truk serta keperluan lain diantaranya kamar mandi dan toilet. Perluasan lahan menggunakan jasa alat berat dilakukan mengingat kontur tanah berbukit yang sangat sulit diratakan dengan tenaga penggalian manual.
“Setelah saya lakukan perataan dan pelebaran ternyata tak hanya memberi manfaat bagi usaha restoran milik saya tetapi memberi lapangan kerja bagi warga lain,”ungkap Sobari.
Sobari mengaku awalnya memakai jasa alat berat dari seorang pemilik usaha batu di daerah tersebut. Ia mengaku menyewa alat berat dengan biaya sewa sebesar Rp220ribu perjam. Alat tersebut diantaranya dipergunakan meratakan tanah bukit yang akan dipergunakan untuk pemimbunan bagian lain di lahan restoran miliknya.
Pemilik usaha penyewaan alat berat di Bakauheni, Made (45) mengaku saat ini permintaan akan alat berat semakin meningkat dengan banyaknya pemilik lahan yang mempergunakan alat berat untuk penimbunan. Made mengakui usaha sewa alat berat saat ini masih belum banyak dilirik orang karena selain besar modalnya, ia mengaku alat berat yang dipergunakannya dibeli dengan harga kisaran Rp1 milyar.
“Harus ada persiapan modal besar untuk memulai usaha ini selain membaca peluang dengan semakin banyak digunakannya alat berat untuk beberapa proyek pembangunan,”ungkap Made.
Beberapa proyek pembangunan yang memanfaatkan alat berat milik Made diantaranya pengerukan tanah timbunan untuk pembangunan jalan tol Trans Sumatera, proyek pembangunan jalan lingkungan.
“Beberapa proyek pengerjaan jalan khususnya untuk pengerukan kami yang kerjakan namun beberapa oleh pemilik usaha lainnya ” ungkap Made.
Usaha jasa penyewaan alat berat menurut Made saat ini memerlukan biaya operasional cukup tinggi diantaranya untuk pembelian bahan bakar solar yang rata-rata menghabiskan sekitar Rp2 juta perhari. Mahalnya biaya operasional tersebut membuat Made rata-rata harus mengambil order pekerjaan dengan durasi waktu mencapai 200 jam.
“Kami banyak menerima order untuk durasi waktu yang cukup lama agar bisa menutupi biaya produksi diantaranya pengerjaan proyek proyek pemerintah,”ungkap Made.
Selain memberi keuntungan bagi dirinya, usaha penyewaan alat berat juga mampu membuka lapangan kerja.
Pantauan Cendana News, beberapa alat berat banyak dikerahkan selain untuk kepentingan perseorangan, banyak juga yang dimanfaatkan untuk pengerjaan proyek pemerintah diantaranya pengerukan tanggul sungai serta pengerjaan jalan.