RABU, 20 JANUARI 2016
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Gani Khair / Ilustrasi: Turmuzi
MATARAM—Adanya rencana Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memasukkan beras impor ke gudang Bulog NTB ditentang keras oleh Pemda (Pemerintah Daerah) NTB, karena kebijakan tersebut, selain merusak harga beras lokal dan merugikan petani, stok beras di NTB juga sudah surplus.
![]() |
| Ibu-ibu saat membersihkan beras banjar (iuran) |
“Pemda NTB menolak keras rencana Bulog tersebut, beras impor haram hukumnya masuk wilayah NTB, kita tidak butuh beras impor, karena NTB sudah surplus” kata Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi NTB, Manggaokang Raba di Mataram, Rabu (20/1/2016)
Menurutnya stok beras NTB sampai saat ini masih tetap aman, sehingga tidak membutuhkan beras impor, kalau hal tersebut dilakukan jelas akan ditolak, karena bisa merusak harga beras lokal, dari segi kualitas, beras impor tersebut juga belum tentu lebih baik dari beras lokal
Manggaokang mengatakan, Gubernur NTB jauh hari sudah memberikan warning kepada Bulog NTB untuk tidak memasukkan beras impor, terus sekarang mau memasukkan, atas dasar apa beras impor mau didrop ke NTB, kalau persedian lokal saja masih banyak
“NTB sendiri menjual beras sampai ke Nusa Tenggara Timur, Provinsi Bali dan Kalimantan, terus sekarang mau dimasukkan beras impor, yang benar saja” tegasnya.
Sebelumnya Bulog Wilayah NTB berencana memasukkan beras impor dari Jawa Timur sebesar tujuh ribu ton ke NTB, Bulog beralasan impor dilakukan karena stok beras di NTB dalam satu bulan ke depan akan mengalami kekurangan