Ini yang Disampaikan Pakde Karwo dalam “Jatimnomic” di UNTAG Surabaya

SENIN, 18 JANUARI 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menjelaskan bahwa Provinsi Jawa Timur (Jatim) memiliki keuntungan lebih dari sisi geografis. Karena Jatim berada ditengah-tengah pergerakan ekonomi di Indonesia.

Suasana kuliah terbuka di UNTAG Surabaya

Soekarwo menjelaskan potensi luar biasa ada di Jatim, mulai dari energi panas bumi, emas, dolomit, marmer, uranium maupun yang baru-baru ini menjadi trending topik, yakni pasir besi di Lumajang.
“Posisi Jatim menjadi sentral geografi, baik dari geografi ekonomi maupun geografi daerah bisa dibuktikan dulu ada Majapahit yang besar karena ada di Jatim,” terangnya di tengah-tengah kuliah umum ‘Jatimnomic’ di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Senin (18/1/2016).
Selain itu, dalam bidang ekonomi analisis pembangunan yang menggunakan variabel tetap saja tidak bisa lama diterapkan, sehingga perlu adanya tambahan faktor eksternal sangat menentukan.
“Ya contohnya faktor eksternal itu geografis tempat usahanya,” ujarnya.

Tak lupa Pakde Karwo, demikian ia akrab dipanggil, berharap kepada seluruh pengusaha yang ada di Jatim, untuk tidak pindah.
Presiden Direktur, Maspion Grup Dr. (HC) Alim Markus menambahkan ia memilih Jatim sebagai tempat usahanya karena Jatim memang memiliki keuntungan dari segi geografis.
“Selain membangun usaha di Jatim, kami juga membuka kerjasama dengan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam hal pengecoran aluminium,” tukasnya.
Banyak pelaku UKM, bahan membuat sendok, garpu maupun aksesoris lainnya menggunakan bahan aluminium dari kerjasama tersebut. Namun, seiring perkembangan usahanya, Maspion tak lupa mendukung perkembangan pendidikan melalui membangun gedung serbaguna di Untag.
“Selain itu, dari keuntungan yang kami peroleh kami mengadakan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan meningkatkan pengembangan pendidikan,” tutupnya.
Lihat juga...