SENIN, 18 JANUARI 2016
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Gani Khair / Foto: Turmuzi
LOMBOK UTARA—Keberadaan masyarakat adat Bayan dan Karang Bajo yang masih memegang kuat adat istiadat dengan berbagai peninggalan bangunan bersejarah dimiliki diharapkan bisa dijadikan sebagai salah satu ikon pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama Kabupaten Lombok Utara (KLU).
![]() |
| Wisatawan mengunjungi masjid kuno di Desa Adat Bayan |
“Desa Adat Bayan dan Karang Bajo kaya akan nilai sejarah dan pendidikan yang selain bisa menjadi pusat kajjian keilmuan akademis, juga bisa menjadi salah satu ikon pariwisata NTB” kata Kordinator Program peduli masyarakat adat, Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi (Somasi) NTB, Ahyar Supriadi di Mataram, Senin (18/1/2016).
Selain itu Ia juga mengatakan dengan kekayaan budaya dan benda serta bangunan peninggalan bersejarah berupa masjid tua Desa Bayan yang umurnya sudah mencapai ratusan tahun, akan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan datang berkunjung ke masyarakat adat Bayan dan Karang Bajo
Kontribusi besar masyarakat adat yang tetap mampu menjaga kelestarian hutan dan mata air di dalamnya yang menghidupi ratusan ribu masyarakat Lombok Utara semestinya menjadi alasan kuat pemerintah menempatkan dan melindungi masyarakat adat secara khusus melalui kebijakan maupun penghargaan
“Harus ada kebijakan khusus dari Pemkab Lombok Utara terhadap amasyarakat adat, baik dari sisi kebijakan maupun penghargaan terhadap keberadaan mereka menjaga nilai budaya dan lingkungan dari ancaman kerusakan” tutup Ahyar