SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Rustam
KENDARI—Pemilihan Walikota Kendari dan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) baru akan dilaksanakan pada tahun 2017 (untuk pemilihan Walikota, red) dan tahun 2018 (untuk pemilihan Gubernur, red). Tetapi ibukota provinsi Sulawesi Tenggara ini telah dipenuhi aneka ragam alat peraga kampanye bagi putra daerah yang ingin mencalonkan diri sebagai Walikota maupun Gubernur.
![]() |
| Baliho berderet di kawasan ex-MTQ Kota Kendari |
Pemandangan baliho mulai berukuran 2×2 meter, 4×2 meter, 6×4 meter sampai berukuran 5×10 meter dan 6×12 meter, terpasang di mana-mana. Bahkan ada beberapa titik strategis di Kota Kendari, khususnyaya di ex-MTQ yang berhadapan dengan Taman Kota (Tamkot), area ini dijadikan arena “perang” baliho.
Pantauan Cendana News di Kota Kendari, baliho tokoh yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara adalah Rusda Mahmud yang saat ini masih menjabat Bupati Kabupaten Kolaka Utara, Hugua yang saat ini masih menjabat Bupati Wakatobi. Kemudian Lukman Abunawas yang sampai sekarang masih aktif melaksanakan tugas sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra. Tak mau kalah, Asrun Walikota Kendari juga sudah memasang balihonya sebagai calon gubernur Sultra.
Calon lain adalah Sjafei Kahar, mantan Bupati Buton dua periode pun sudah gencar memasang baliho di Kota Kendari. Demikian halnya Asnawati Hasan alias Tina Nur Alam, istri Nur Alam Gubernur Sultra yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPR RI.
Itu baru baliho mereka yang akan perang dukungan dalam pemilihan Gubernur Sultra 2018 mendatang. Baliho para tokoh yang hendak mencalonkan diri sebagai Walikota Kendari pun tak mau kalah. Para calon bahkan memasang baliho berisikan gambar dan pesan khusus tidak hanya di lokasi strategis tetapi sudah masuk hingga ke lorong-lorong (gang-gang, red) pemukiman warga.
Para tokoh yang mencalonkan diri sebagai Walikota Kendari yang sudah memasang baliho, diantaranya H. Ishak Ismail dengan deskripsi singkat yang tertera di balihonya “Anak Lorongnya Kendari”, Abdul Razak yang sekarang masih melaksanakan tugas sebagai ketua DPRD Kota Kendari. Lalu ada Adriatma Dwi Putra (ADP), anak kandung Asrun Walikota Kendari. ADP saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sultra. Kemudian Amarullah, mantan Sekda Kota Kendari yang sekarang masih menjalankan fungsinya sebagai anggota DPRD Kota Kendari.
Dan, Musadar Mappasomba, Wakil Walikota Kendari juga sudah memasang baliho. Musadar akan maju sebagai calon walikota menggantikan Asrun melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Warga Kendari sudah disuguhi jauh-jauh hari tentang siapa saja yang akan mencalonkan diri sebagai Walikota dan juga sebagai warga ibukota Sultra, warga Kendari sudah diberi sajian aneka ragam desain baliho para tokoh yang mencalonkan diri sebagai Gubernur Sultra.
Entah seberapa efektif langkah yang diambil oleh para tokoh tersebut dalam memperoleh dukungan suara pada tahun 2017 dan 2018 nantinya. Yang pasti, semua tokoh yang maju mencalonkan diri adalah tokoh-tokoh yang tidak lagi asing di Kota Kendari khususnya dan Provinsi Sulawesi Tenggara pada umumnya.
Semoga masyarakat Kendari semakin cerdas dalam memberikan dukungan suaranya, bukan demi mendukung dinasti kepemimpinan saja tetapi demi kemajuan Kota Kendari dan Provinsi Sulawesi Tenggara.