Dua Anak Polisi Turut Menjadi Korban Aksi Teror di Sarinah

SABTU, 16 JANUARI 2016
Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono

JAKARTA—Dua diantara sembilan korban luka-luka akibat aksi terorisme yang terjadi di kawasan Jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat dua hari yang lalu, ternyata anak kandung seorang anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Pulo Gadung, Jakarta Timur, berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Polisi Asep Yanto.

Aiptu Asep Yanto diwawancarai di RSPAD Gatot Subroto

Kedua anak kandung Asep Yanto yang terkena musibah tersebut masing-masing bernama Agus Kurnia dan Norman Permana, dimana mereka merupakan saudara kandung alias kakak beradik.
Aiptu Asep Yanto pertama kali mengetahui khabar tersebut dari istrinya, sambil menangis istrinya memberitahukan bahwa kemungkinan kedua anaknya turut menjadi korban ledakan dan penembakan di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Aiptu Asep, ayah Agus Kurnia dan Norman Permana
Tak lama kemudian Asep Yanto meminta izin atasannya (Kapolsek Pulo Gadung) untuk mengecek kebenaran khabar berita tersebut. Setelah sempat mendatangi beberapa rumah sakit yang ada di Jakarta, ternyata benar bahwa kedua anaknya termasukdan antara 9 korban yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
“Saat saya mendatangi RSPAD Gatot Subroto, kedua anak saya ternyata sudah menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)” demikian kata Asep Yanto.
Asep Yanto mengatakan “kedua anaknya sebelumnya berboncengan naik sepeda motor hendak pergi menuju salah satu gerai operator telepon seluler untuk memperbaiki kartu sim card, saat melintas di Jalan MH. Thamrin, mereka mendengar suara letusan dan sesaat kemudian terkena serpihan ledakan dari Pos Polisi” terangnya kepada wartawan di depan RSPAD Gatot Subroto.
Asep Yanto menambahkan, sesaat setelah terkena ledakan, kedua anaknya sempat mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Kebon Kacang, baru kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto, setelah menjalani penanganan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) keduanya kini sudah mulai membaik, kemungkinan hari Senin (18/01/2016) keduanya sudah diperbolehkan pulang kembali ke rumah, pungkasnya sekaligus mengakhiri pembicaraan.
Lihat juga...