RABU, 13 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA—Minimnya intensitas hujan di hampir seluruh wilayah DI. Yogyakarta yang terjadi hampir sebulan ini, tidak saja membuat para petani kesulitan air. Tetapi juga membuat para petani mulai khawatir, karena jika hujan tak segera turun sebagaimana mestinya, hasil panen nanti tidak akan maksimal.
![]() |
| Agus Triyanto |
Namun sayangnya, sampai akhir bulan Januari nanti, para petani di wilayah DI Yogyakarta memang masih harus bersabar dan bersusah-payah mencari sumber air. Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) DI Yogyakarta, memprakirakan jika rendahnya intensitas hujan kali ini akan berlangsung sampai akhir bulan ini.
Prakirawan BMKG DI Yogyakarta, Agus Triyanto, dihubungi Rabu (13/1/2016) mengatakan, rendahnya intensitas hujan tahun ini disebabkan oleh terjadinya fenomena El Nino di pertengahan musim penghujan ini, sehingga menyebabkan cuaca tidak menentu. El Nino, katanya, merupakan fenomena naiknya suhu muka laut di Pasifik bagian timur dan tengah, sehingga mengurangi curah hujan di Indonesia.
Lebih jauh dijelaskan Agus, naiknya suhu muka laut di Pasifik bagian timur dan tengah, merubah tekanan menjadi rendah dan menarik angin dari arah Asia. Awan-awan hujan yang berada di wilayah Asia akhirnya tersedot ke arah perairan Pasifik bagian timur dan tengah. Fenomena El Nino yang terjadi di puncak musim hujan seperti ini, katanya, memang sangat mengurangi intensitas turunnya hujan.
Namun demikian, Agus menegaskan, musim hujan tahun ini masih terhitung normal, dan hanya sedang ada gangguan EL Nino saja. Dia menjelaskan, gangguan berupa fenomena El Nino di puncak musim hujan seperti saat ini dampaknya memang penurunan intensitas hujan, namun jika terjadi di awal musim, akan mengakibatkan musim hujannya mundur.
Sementara itu, pihaknya memprakirakan, fenomena El Nino ini akan berlangsung sampai akhir bulan Januari nanti. “Setelah itu, curah hujan akan kembali normal lagi dengan intensitas 400-500 Milimeter perbulan untuk wilayah DI Yogyakarta”, pungkasnya.