21 Tahun Berkarya, SOS Children’s Village Flores Sudah Memanusiakan 2.312 Anak Flores

SELASA, 26 JANUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Gempa dan tsunami yang mengguncang Flores, 12 Desember 1992 menggerakan hati SOS Children Indonesia untuk menancapkan kaki pelayan di Flores. Setelah mendatangi Flores dan melihat langsung, 21 tahun lalu karya pertama diawali dengan menyewa 6 rumah penduduk berdinding Halar (bambu belah) dan berlantai tanah di Kabupaten Sikka. Dengan 6 pengasuh, SOS Children’s mulai mengadopsi 9 orang anak. 

Perayaan Ekaristi memperingati ulang tahun ke 21 SOS Children’s Flores.


Tertatih-tatih dengan mengandalkan semangat membantu anak-anak yang terlantar 6 karyawan SOS Children’s harus hidup dalam kondisi sulit dan minim faslitlitas. Untuk masak saja para pengasuh harus memakai kayu bakar dan tungku batu. Dari celah-celah dinding bambu, aktifitas pengasuh dan anak-anak yang ada di dalam rumah bisa terlihat jelas.
Demikian pemaparan yang disampaikan Stanislaus Kopong, orang yang diutus SOS Children’s Indoensia untuk membangun pelayanan di Flores, saat peringatan 21 tahun SOS Children’s berkarya di Flores khususnya Kabupaten Sikka. Dalam perayaan ulang tahun yang dipusatkan di kantor SOS Childrens’s Villager di Waturia, Senin (25/01/2016) malam, Stanis sapaannya membeberkan suka duka dirinya bersama para pengasuh memberikan pelayanan bagi anak-anak.
“Ibu-ibu pengasuh mukanya dipenuhi abu dan arang karena kami pakai kayu bakar untuk memasak,” beber Stanis.
Sudah Mendapat Kerja
Keja keras Stanis dan para pengasuh awal menjadi tonggak sejarah bagi SOS Children’s sehingga sampai saat ini masih berkarya di Flores khususnya Kabupaten Sikka. SOS Children’s sebut Stanis menerima anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan,anak-anak yang hanya memilik ayah atau ibu saja atau kedua orang tuanya meninggal serta anak-anak yang dibiarkan terlantar oleh keluarganya.

Karyawan SOS Children;s Flores Waturia,saat mendapat kunjungan dari donatur di luar negeri.(Foto : Dokumentasi SOS Children’s Flores)
Hermin Wulang, sekertaris dan staff administrasi SOS Children’s Village Flores yang ditemui Cendana News, Senin (25/01/2016) malam usai perayaan menjelaskan,sejak berkarya di Flores SOS Children’s sudah membantu 386 anak yang ada di village, panti dan rumah remaja serta 1.926 anak yang berada di 117 keluarga yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Sikka.
 Saat ini papar Hermin, terdapat 124 anak yang ada di village , 15 di rumah remaja putra dan 24 anak remaja yang kuliah di Maumere, Kupang, Bali, Jogyakarta serta 38 perempuan yang kuliah di Ende. Sejak tinggal di SOS bahkan ada yang dari bayi, tutur Hermin, semua kebutuhan anak-anak ditanggung termasuk biaya sekolah hingga selesai kuliah. Bagi yang tidak selesai kuliah, SOS akan membekali mereka dengan kursus sesuai keterampilan dan bakat mereka.
“Seorang anak sudah menjadi Pastor, 14 anak sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta beberapa lainnya bekerja di SOS baik di Flores maupun 8 wilayah lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Hermin.

Perlombaan yang digelar untuk memeriahkan ulang tahun SOS Children’s Flores. .
(Foto : Dokumentasi SOS Children’s Flores)

SOS Children’s Flores juga melakukan pendampingan pada 117 keluarga dengan 1.926 anak di Kecamatan Magepanda, Alok dan Alok Barat di Kabupaten Sikka. Di keluarga ini, SOS memberikan bantuan pengasuhan, pendidikan, kesehatan dan advokasi. Para keluarga diberi dana awal dan didaftarkan di koperasi. Dengan uang yang ada lanjutnya,membuat koperasi memberikan pinjaman sebagai modal awal.
“Kami setiap minggu ada kontrol terus.Hampir tidak ada yang gagal berusaha. Kami juga support posyandu dan pos PAUD agar anak-anak mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan sekolah sejak dini,” ungkap Hermin.
Dibekali Pendidikan Berkualitas
George Hadi Nitihardjo,pimpinan SOS Children’s Indonesia dalam pesannya lewat sambungan telepon skype dari Yogyakarta meminta agar anak-anak yang diasuh SOS harus memiliki cita-cita menjadi seorang ahli. Harus ada yang berhasil sehingga jika ditanyai donatur sudah berapa anak yang sudah bekerja dan sukses,dirinya bisa memberikan jawaban.

Anak asuh yang mengikuti perayaan ulang tahun SOS Children’s Flores ke-21 

“Bapak dan ibu asuh sudah berusaha mengasuh dengan baik, kalian harus betul-betul belajar dan berusaha sehingga apa yang kalian pelajari bisa menjadi bekal bagi kalian agar bisa menjadi orang yang berhasil,” pesan George kepada anak-anak asuh.
Untuk tahun 2016, SOS Children’s ditargertkan membantu 2 ribu anak dari bayi hinggaremaja. SOS juga mengembangkan pola orang tua asuh dimana anak-anak bisa diasuh anggota keluarga atau saudaranya sehingga ada kedekatan dan semua kebutuhan sang anak tetap ditanggung SOS. Sebagai organisasi sosial, SOS berkomitmen dan menerapkan secara ketat mental dan sistem anti korupsi.
“Kami memastikan anak-anak berada dalam kondisi aman dan tidak tercemar perilaku atau mental yang tidak baik sehingga sejak dini hal ini kami tanamkan.Kami juga bekali anak-anak dengan pendidikan berkualitas,baik di rumah maupun di sekolah,”papar George.

Anak asuh yang mengikuti perayaan ulang tahun SOS Children’s Flores ke-21 

Wakil Bupati Sikka, Paolus Nong Susar dalam sambutannya menekankan agar SOS Children’s Flores, jangan sekali-kali menyakiti hati lembaga donor maupun donatur perorangan. Sekecil apapun bantuan, itu merupakan uang yang dikumpulkan dari hasil keringat dan kerja keras orang-orang yang disisihkan untuk membantu sesamanya.
Banyak lembaga yang berlindung dibalik kerja sosial tapi menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan. SOS bisa menjadi lembaga yang dipercaya donatur seperti pesan pimpinan SOS Indonesia. SOS Childrens’s Flores merupakan satu dari 10 lembaga sosial yang mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten Sikka sebesar 30 juta rupiah di tahun 2016.
“Jangan dilihat jumlah uangnya namun kami memberi karena kami peduli dan sudah melihat hasil karya SOS. Mari semua berbagi kasih untuk yang kekurangan,” pungkas Nong Susar.
Disaksikan Cendana News, perayaan ulang tahun dimeriahkan dengan suguhan atraksi tarian adat dan grup vokal dari anak-anak SOS. Acara diawali dengan perayaan ekaristi ini selain dihadiri oleh Wakil Bupati Sikka juga staff dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Maumere, mantan pimpinan SOS Children’s Flores, semua anak asuh serta para pengasuh. Sesuai tema ulang tahun ”Melakukan yang Terbaik Bagi Anak” SOS Children’s Flores diharapkan bisa memanusiakan lebih banyak lagi anak Flores lainnya.
Lihat juga...