Omset Industri Tahu dalam Persaingan Makanan Moderen


JAYAPURA—Tahukah anda, tahu yang memiliki sumber protein sering kita temui disetiap daerah seantero Indonesia. Di ibukota provinsi Papua, tahu dikenal sebagai salah satu pasangan lauk atau sebagai makanan dasar masyarakat berbagai kalangan. Ingin tahu omset rata-rata pengusaha tahu yang ada di ujung timur Indonesia ini? Ikuti penelusuran Cendana News, Senin (02/11/2015). 
Tahu yang berbahan dasar kacang kedelai ini sangat digemari masyarakat Jayapura, larisnya tahu, membuat para pelaku usaha home industri tahu laris manis di pasaran. Seiring berkembaangnya zaman, sudah tentu berkembang pula masakan-masakan yang ditawarkan para pelaku usaha makanan di Kota Jayapura. 
Produk tahu sebagian besar dihasilkan home industri kecil dan sudah pasti tak ada matinya, walaupun perkembangan zaman, ditambah dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak. Sebagian besar produk tahu di Indonesia dihasilkan oleh industri skala kecil. 
Salah satu dari sekian banyaknya pabrik tahu yang ada di Kota Jayapura, Bambang salah satu pemilik industri tahu yang ada di Jalan Kali Acai, Kotaraja, Abepura, mengaku perhari ia dapat produksi sekitar 2.400 tahu.
“Untuk membuat tahu diperlukan banyaknya air, mulai dari sortasi, perendaman, pengupasan kulit, pencucian, penggilingan, perebusan, dan penyaringan,” kata Bambang.
Ia yang memiliki dua industri tahu, namun dirinya berkolaborasi dengan adik kandungnya yang setiap hari bertanggung jawab atas pekerja serta penjualan. Tahu yang diproduksi, lanjutnya, sudah siap jual.
“Setiap pabrik menghasilkan 1.200 potong tahu persegi empat ukuran 10 x 10 sentimeter. Dari 1.200 itu terisi dalam 10 ember. Kalau ditotal untuk dua pabrik, kami hasilkan 20 ember atau 2.400 tahu. Ini setiap hari habis terjual,” katanya. 
Karyawan yang dipekerjakan, lanjutnya, berjumlah 12 orang, dan industri miliknya tersebut turun temurun dari orang tuanya yang sudah berpuluh tahun tinggal di Kota Jayapura. “Dulu harga tahu sangat murah, sekarang harga per tahunya Rp 2.500 kami jual ke pelanggan,” ujarnya. 
Jum, salah satu ibu rumah tangga di sekitaran Entrop, Jayapura Selatan, mengaku setiap harinya membeli tahu enceran di pedagang sayur keliling sebesar Rp 4.000. Menurutnya, harga tahu banyak variasi dan bentuknya juga.
“Kalau dipedagang keliling Rp 4.000, tapi kalau di pasar biasanya dijual Rp 4.500 hingga Rp 5.000, kan sama saja,” kata ibu tersebut yang biasa dipanggil Mama Daffa. 
Ditempat terpisah, Kristin, salah satu pengusaha rumah makan menuturkan dirinya sering membeli tahu secara besar-besaran setiap minggunya. Lantaran, tahu yang ia sajikan ke pelanggan dapat dikolaborasikan dengan lauk makannan lainnya. 
“Tahu disini banyak daftar menunya, seperti gorengan tahu yang biasa dipasangkan dengan sebuah sambal ulek, cemilan itu sering dipesan konsumen. Kalau lainnya, tahu itu dicampung dalam satu masakan sop,” kata Kristin. 
Tahu ini terbilang makanan murah dan sehat, lanjutnya, tidak ada konsumen yang tidak mungkin pesan tahu, orang-orang di Papua ini sebagian gemar makan tahu yang dikemas dalam berbagai makanan pilihan. 
“Saya biasa beli di pabriknya langsung, karena harganya murah, kalau beli dipasar, berarti kita sudah ada di tangan ketiga, dan harganya pun pasti mahal,” ujarnya.
JURNALIS : INDRAYADI T. HATTA

Jurnalis Cendana News wilayah Papua. Bergabung dengan Cendana News bulan April 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, menjadi jurnalis dan fotografer lepas untuk berbagai media cetak dan online dalam berbahasa Indonesia dan Inggris.

Akun twitter : @indrayadihatta
Lihat juga...