![]() |
| Salah satu supermarket di Mataram |
MATARAM — Pemberian izin terhadap pendirian pasar moderen berupa supermarket seperti alfamarat, indomart, rajawali mart dan sejumlah supermarket lain yang beroprasi di Kota Mataram dinilai sudah sangat keterlaluan dan dianggap akan membunuh perekonomian masyarakat, khusus masyarakat pengelola kios, warung maupun pedagang kaki lima.
Pasalnya keberadaan pasar moderen tersebut tidak hanya menjamur di tengah kota, tapi sudah masuk kawasan lingkungan sehingga jelas akan mempengaruhi dan merugikan usaha kecil – kecilan yang dijalankan warga.
“Sudah terlalu kelewatan izin yang diberikan pemerintah terhadap operasional pasar moderen, kalau sudah sampai masuk kawasan lingkungan, jelas akan mematikan ekonomi masyarakat sekitar, terus masyarakat mau jalankan usaha apa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ekonomian keluarga,” kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, Irwan Prasetya di Mataram, Kamis (22/10/2015).
Selain jumlah yang banyak, kata Irwan, dari sisi produk yang dijual juga sudah hampir semua jenis kebutuhan termasuk kebutuhan pokok, seperti capai, sayuran dan berbagai jenis makanan dan minuman lain.
“Ini kan bukan mematikan lagi namanya, tapi membinasakan prekonomian dan kehidupan masyarakat,”sebutnya.
Menurutnya, seharusnya izin oprasional dan jumlah dibatasi, produk dijual juga dibatasi, namun dalam kenyataannya hampir semua jenis produk makanan, jasa termasuk kebutuhan pokok seperti sayuran juga diperjual belikan di pasar moderen.
“Hampir semua kebutuhan masyarakat di kavling, termasuk kebutuan pokok masyarakat seperti cabai, sayuran. Kalau itu semua dibeli dari hasil produk lokal tidak masalah, tapi barang yang diperjual belikan sebagian besar dari luar barang impor,” ungkapnya.
KAMIS, 22 Oktober 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo