HUT Ke-70 TNI, Museum Satria Mandala Dibuka Gratis untuk Umum

Murid SD Kunjungi Museum Satria Mandala
JAKARTA — Berada di Jalan Gatot Subroto,  Jakarta Selatan,  tepat di samping Gedung Telkom, Museum Sejarah Perjuangan Tentara Nasional Indonesia Satria Mandala yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke – 2, Jenderal TNI Soeharto tepat hari kamis tanggal 05 Oktober 1972 ini memberikan fasilitas darmawisata gratis bagi masyarakat bertepatan dengan HUT ke-70 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Moment ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh SDN 05 Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan untuk memperkenalkan kepada murid-murid tentang Sejarah TNI dari masa ke masa. Dimana menurut Ibu Kaltum, wali kelas II SDN 05, dapat menumbuhkan kecintaan dan kekaguman anak-anak didiknya terhadap TNI.
“Banyak anak didik saya yang hanya mengenal TNI hanya sebatas Tentara saja, tanpa tahu sejarahnya. Setelah kami masuk kedalam Museum Satria Mandala,  perspektif mereka sedikit banyak akan berubah nantinya, dimana TNI adalah Tentara pembela rakyat sekaligus bangsa dan negara dengan sejarah yang sangat panjang dan menarik,” Jelas Ibu Kaltum kepada Cendana News, Senin (05/10/2015).
Anak-anak sekolah SDN 05 Kuningan tampak sangat menikmati hasil kunjungan mereka ke museum Satria Mandala. Bahkan terkesan sangat antusias,  karena kurang puas berkunjung kedalam museum maka saat keluar museum mereka masih memperhatikan dengan seksama koleksi helikopter, rudal, tank stuart, dan replika kapal perang RI legendaris, KRI Macan Tutul yang semuanya permanen ditempatkan di lapangan luar Museum.
Ibu Jamanah,  guru sejarah SDN 05 Mampang juga tampak cukup gembira dengan antusiasme anak didiknya.
“Saya senang melihat anak-anak begitu antusias, dan semoga pengalaman ini bisa lebih membuat mereka mengenal dekat akan TNI, ” ujar Ibu Jamanah.
Sangat baik bagi generasi muda untuk mengenal sejarah bangsanya sendiri. Terutama tentang TNI, agar mereka tahu bahwa TNI bukan terbentuk begitu saja namun memiliki sejarah yang sangat panjang, penuh pengorbanan jiwa, raga, dan airmata.
Prasasti


SENIN, 05 Oktober 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...