Cara SDN 4 Kendari Menghargai, Menghormati dan Mengenang Bapak dan Ibu Tien Soeharto

SDN 4 Kendari
KENDARI— Presiden RI ke-2, Jenderal Besar HM. Soeharto memimpin Indonesia selama 32 tahun. Selama kurun waktu kepemimpinannya, tentu banyak jasa yang telah diberikan untuk seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali jasa yang dirasakan oleh masyarakat Kendari. 
Sejak era reformasi bergulir, nama Pak Harto sering dicaci maki oleh anak bangsa sendiri, dengan berbagai alasan, bahkan segala jasa yang Pak Harto berikan untuk Indonesia sejak sebelum kemerdekaan hingga masa keberhasilannya membangun Indonesia, dianggap belum layak menjadikan sosok Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. 
Satu fakta yang tidak bisa ditutupi adalah masih banyak juga masyarakat Indonesia yang mencintai dan menghormati The Smiling General ini. Salah satu rasa cinta dan hormat untuk Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto adalah dengan menjadikan namanya sebagai nama Gugus Depan (Gudep). Sebagaimana yang dilakukan oleh SDN 4 Kendari. 
SDN 4 Kendari berdiri sejak 1954, dimana kala itu kota Kendari baru memiliki dua sekolah. SDN 4 Kendari terletak di Jl. Muh Hatta no 41, Kelurahan Sodohoa, Kecamatan Kendari Barat. Lokasinya berdekatan dengan kantor Polsek Kendari Barat.
Siti Sabintang, Kepala SDN 4 Kendari menyampaikan kepada Cendana News pada Jum’at (30/10/2015) bahwa pemilihan nama Gudep 05.053.05.056 Jenderal Soeharto-Siti Hartinah adalah wujud penghargaan dan terimakasih atas jasa besar Pak Harto bagi rakyat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Sulawesi Tenggara pada khususnya. 
” Bapak Soeharto telah berjasa membangun bangsa Indonesia. Beliau sangat berjasa terhadap negara. Kita sebagai generasi pelanjut, harus bisa mengenang jasa-jasa beliau,” jelasnya.
Sabintang menambahkan bahwa jila ada yang melupakan jasa-jasa Presiden Soeharto selama ini, maka itu artinya orang tersebut sudah melupakan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. “Perjalanan bangsa Indonesia mulai zaman Orde Lama, Orde Baru, Era Reformasi hingga saat ini masuk dalam era Revolusi Mental,” lanjutnya. 
Siti Sabintang sangat menyayangkan adanya sikap generasi muda sekarang yang begitu mudah melupakan jasa pendahulunya. Kepada Cendana News, Sabintang menyampaikan pesan agar jangan melupakan sejarah pemimpin bangsa Indonesia. 
“Kita harus menghargai dan mengenang, karena merekalah Bangsa Indonesia bisa maju dan berkembang pesat seperti saat ini,” tegasnya.
Perihal penambahan nama Siti Hartinah pada Gugus Depan Pangkalan SD Negeri 4 kota Kendari, Sabintang menjelaskan bahwa sosok Ibu Tien adalah sosok yang setia mendampingi Pak Harto. Dibalik kesuksesan Soeharto memimpin negara Indonesia, ada seorang istri yang juga sukses mendukung. Dia adalah Hj Siti Hartinah, istri Soeharto yang setia mendampinginya hingga ajal menjemputnya pada tanggal 28 April 1996. 
“Pak Harto dan Ibu Tien adalah sosok yang tak bisa dipisahkan.” jelasnya.
Itulah kemudian Gudep Pramuka SD Negeri 04 Kendari Barat memberi nama Gudep Jenderal Suharto -Siti Hartinah. Keputusan ini juga atas saran Pengurus Kwarda Pramuka Kota Kendari, bahwa setiap Gudep mengambil nama tokoh pahwalan Indonesia. Dan kami memutuskan memilih nama Jenderal Soeharto, walaupun sampai sekarang masih ditolak oleh sebagian orang sebagai Pahlawan Nasional.
Sebelumnya, Gudep SD Negeri 04 Kendari Barat bernama Sorume Sakti. Nama tersebut dipakai sejak tahun 1990 sampai 2010. Ketika itu, Gudep Sorume Sakti masih bergabung SD Negeri 2, SD Negeri 3, SD Negeri 4 dan SD Negeri 14 Kendari. Pada tahun 2011, Gudep Sorume Sakti mulai berganti nama menjadi Gudep Jenderal Suharyo-Siti Hartinah, setelah SDN 4 Kendari terpisah dengan sekolah lain dalan urusan gerakan Pramuka.
Mengenai jumlah anggota pramuka yang aktif, menurut Siti Sabintang, tahun ini jumlah anggota pramuka yang aktif mengikui latihan setiap hari Sabtu sebanyak 80 orang. Terdiri siswa kelas 4 sampai 6.  Mereka dilatih oleh guru honorer bernama Lorensius.
Kendala yang dihadapi untuk terus meningkatkan pembinaan pramuka, terbatasnya tenda pramuka serta peralatan penerangan. Sehingga saat ada kegiatan perkemahan, Gudep Jenderal Suharto-Siti Hartinah tidak dapat mengutus anggota yang banyak. 
“Tenda Pramuka yang kami miliki hanya ada dua, sedangkan anggota banyak. Jadi, jika ada kegiatan pramuka yang harus kami ikuti, kami kirim sesuai ketersediaan tenda saja,” pungkas Siti Sabintang. (Editor : Sari Puspita Ayu)

JURNALIS : RUSTAM
Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015.
Akun twitter : @rustamcnd

Lihat juga...