BALIKPAPAN — Sedikitnya 40 warga Yang tinggal di kawasan Stall Kuda RT 24 dan 25 Kelurahan Damai Bahagia kota Balikpapan mendatangi kantor DPRD Balikpapan, Selasa(22/9/2015). Kedatangan mereka meminta DPRD Balikpapan ikut membantu mencarikan solusi terhadap pembongkaran rumah warga yang dilakukan Satpol PP, baru-baru ini.
Isdi Salah seorang perwakilan warga Stall Kuda yang juga korban penggusuran mengakui salah bersama warga lainnya karena membangun rumah tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dari pemerintah. Namun, ia juga meminta pemerintah menghargai keberadaan warga yang juga tinggal di Balikpapan.
“Kami sejak 2002 sudah ada disitu. Kami tidak minta menang pak. Memang kami sudah dapat beberapa kali teguran tapi kami minta solusi terbaik dari pemerintah.dan kami sudah layangkan surat ke DPRD tiga bulan lalu tapi kok disini disebutkan tidak menerima,” keluh Isdi usai bertemu Komisi III dan I DPRD Balikpapan, Selasa (22/09).
Ia berpendapat pembangunan rumah tanpa IMB bukan hanya ada di lingkungannya tapi pasti ada juga diwilayah lain. Menurutnya, pembongkaran yang dilakukan Pol PP sangat mengejutkan. Dari surat dilayangkan hanya enam unit namun kenyataannya dilapangan 10 unit yang dibongkar.
“Dulu kami bangun tidak dilarang tapi memang pak lurah sering datang minta tolong jangan ditambah-tambahin lagi. Kami secara aturan tunduk dan kami juga tidak punya wewenang larang itu,” sambungnya.
Isdi berharap kedatangan warga ke DPRD ini, wakil rakyat yang ada di dewan dapat membantu memberikan solusi atas persoalan yang kini dihadapi.
Di kesempatan yang sama Ketua komisi III DPRD Balikpapan Andi Arif Agung usai pertemuan dengan warga belum dapat berkomentar banyak karena harus dibahas lebih lanjut dengan komisi III dan Komisi I untuk dilaporkan ke pimpinan DPRD. “ Belum dulu nanti kita bahas dulu,” ujarnya.
Sementara itu, Sebagian warga yang datang menunggu di pintu masuk dan lobi dengan cara duduk-duduk. Tidak ada yang mereka lakukan kecuali berharap ada hasil yang menenangkan warga.
SELASA, 22 September 2015
Jurnalis : Ferry cahyanti
Foto : Ferry cahyanti
Editor : ME. Bijo Dirajo