![]() |
| Risni dan Kasiyem |
MEGAPOLITAN—Ibu Tien Soeharto selaku pencetus ide dibangunnya Taman Mini Indonesia Indah (Baca : TMII Wujud Pemahaman Tien Soeharto tentang Wawasan Nusantara) dikenal sangat menyukai jamu tradisional yang belakangan disebut dengan herba atau herbal.
Sebagai salah satu bentuk kepedulian konkrit kepada para penjual jamu gendong sekaligus kesadaran melestarikan kearifan lokal, Ibu Tien memberikan tempat bagi penjual jamu gendong untuk berjualan di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Keputusan ini semakin mengukuhkan Ibu Tien sebagai tokoh pejuang jamu gendong.
Dari pintu masuk 04 lurus kearah Sasono Utomo maka kita akan menemukan Tugu Api Pancasil, di lokasi ini kaum perempuan para penjual jamu gendong berjualan. Pedagang jamu gendong ini merupakan salah satu pedagang asongan yang mendapat izin berjualan sejak era Presiden Soeharto.
Risni mengatakan bahwa pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, penjual jamu gendong lah yang menyambut kehadiran Presiden dan Ibu Negara ketika keduanya bersama rombongan mengunjungi TMII. Ia bersama penjual jamu gendong lainnya berada di depan gedung Sasono Utomo untuk menyambut Presiden dan Ibu Negara.
Kasiyem, rekan Risni mengatakan bahwa paguyuban jamu gendong TMII sampai hari ini berjumlah 30 orang yang kumpul sebulan sekali untuk silaturahmi sekaligus arisan. Pertemuan ini terbukti mampu mempererat persaudaraan sesama penjual jamu gendong.
Menurut Kasiyem, setelah Pak Harto tidak lagi jadi Presiden, penjual jamu gendong tidak pernah lagi jadi penyambut tamu utama di TMII. “Malah disuruh menepi dulu kalau Presiden melintas,” ujarnya dengan polos.
Ia melanjutkan bahwa satu tahun sekali Pemerintah Provinsi DKI. Jakarta bekerjasama dengan TMII mengadakan Kontes Jamu Gendong yang selalu diikuti antara 150-250 orang perwakilan tukang jamu gendong se-DKI Jakarta.
SELASA, 22 SEPTEMBER 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell KUgaouw
Editor : Gani Khair