![]() |
| Semangka kuning milik salah sorang pedagang nampak menumpuk di pinggiran jalan menuju BIL |
LOMBOK — Anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhir mengatakan, perlu ada terobosan dan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, khususnya petani semangka.
“Harus ada terobosan dari Pemkab Loteng maupun Pemda NTB, bagaimana hasil pertanian buah semangka para petani bisa diarahkan menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” kata Muhir di Lombok Tengah, Minggu (2/8/2015)
Muhir mengatakan, meski hasil panen semangka Desa Tanak Awu melimpah, tapi kebanyakan masih sebatas untuk konsumsi semata. Belum ada terobosan lain dari pemerintah, bagaimana buah semangka dari petani bisa diarahkan menjadi produk pertanian dengan nilai produktivitas tinggi. Misalkan, menjalin kerjasama dengan para investor bagaimana buah semangka petani bisa dibuat jadi minuman.
Sebab kalau hasil pertanian buah semangka hanya untuk kebutuhan konsumsi, keuntungan didapatkan petani tidak seberapa dan potensi kerugian juga tetap ada. Karena buah semangka yang dijual eceran, kesegarannya paling bertahan hanya satu minggu, setelah itu kurang terlalu disukai pembeli dan ujung-ujungnya dijual murah, belum lagi ancaman cuaca hujan bisa membuat petani semangka bangkrut.
“Karena itu, pemerintah dalam hal ini selaku pemegang kebijakan betul-betul kita harapkan bisa memperhatikan nasib dan kesejahteraan petani, melalui regulasi dan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
MINGGU, 02 Agustus 2015
Jurnalis : Turmuzi
Foto : Turmuzi
Editor : ME. Bijo Dirajo