
JAKARTA — Puluhan pengemudi taksi yang mangkal di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang tergabung dalam Front Transportasi Bandara (Frontab) mengelar demo di Depan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jl Medan merdeka barat, Jakarta pusat.
Aksi tersebut merupakan luapan emosi, pasca 45 orang pengemudi mobil pribadi mengalami Penyiksaan, Penganiayaan, tekanan dan teror pada malam takbiran hingga 17 juli 2015 oleh oknum Marinir dengan alasan sebagai pengemudi taksi gelap.
Salah satu spanduk bertuliskan “Kami teraniaya dengan adanya Marinir di Bandara”, lalu spanduk lainnya berbunyi “TNI AL untuk membunuh musuh negara, bukan menganiaya rakyat sendiri”.
Selain spanduk, orator juga menyuarakan hak warga negara yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan dari Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan.
“Pak Menteri Jonan, kami pengemudi taksi ini adalah warga negara Indonesia, kami juga berhak untuk mencari rezeki di tanah Sendiri,”ujar salah satu orator di depan Kemenhub, Senin, (10/08/2015).
Para Pendemo juga menuding Menhub yang menggunakan TNI AL Marinir untuk menertibkan taksi-taksi di Bandara Cengkareng.
“Menteri Jonan itu sekolah dari SD sampai Lulus di singapura, jadi dia tidak memahami kejiwaan Rakyat indonesia, dia selalu menindas kami, silahkan mundur, anda tak layak sebagai menteri,” teriak Orator.
Sementara itu, Koordinator Front Transportasi Bandara (Frontab), Zulkarnain mengatakan bahwa mereka berada di area bandara bukan untuk melawan TNI, melainkan untuk mencari nafkah.
“Kami sudah berada di bandara Soetta, sejak bandara didirikan,” ucapnya.
Dia Berharap, PT Angkasa Pura menjalankan kebijakan Tanggung jawab Sosial perusahan terhadap lingkungan bandara, bermitra dengan pengemudi pribumi, membina mereka.
“Bukan malah membenturkan kami dengan militer, dengan membabi-buta membantai menganggap kami adalah musuh Negara,”sebutnya.
Pihak PT angkasapura, kata Zulkarnain, lebih berpihak pada usaha transportasi golongan Atas ketimbang memihak kepada kami sebagai anak bangsa yang merasa dijadikan Warga kelas 2 di NKRI.
“PT Angkasa pura menjadikan kelemahan kami sebagai anak bangsa. Dengan peraturan peraturan yang sudah barang tentu hanya bisa dilaksanakan segelintir orang orang kaya,”tutupnya.



SENIN, 10 Agustus 2015
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa
Foto : Adista Pattisahusiwa
Editor : ME. Bijo Dirajo