Menerima Beasiswa Supersemar Berkat Program KB Mandiri

Imam Prasojo.

YOGYAKARTA—Salah satu modal bagi pembangunan bangsa adalah terciptanya sumber daya manusia yang terdidik. Tetapi kenyataan yang dihadapi adalah banyaknya anak-anak muda Indonesia yang memiliki kemampuan intelektual tetapi tidak dibarengi dengan kecukupan biaya dari orang tua. Berawal dari itulah Yayasan Supersemar berdiri, dengan tujuan utama memberikan beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi tetapi tidak memiliki biaya sekolah dan anak-anak dari keluarga miskin. Atau melalui program-program yang ada pasa saat itu, seperti KB Mandiri. 
Salah satu penerima beasiswa yang berhasil ditemui Cendana News adalah Imam Prasojo, ia mendapatkan beasiswa karena ibunya merupakan salah satu Kader KB Mandiri “Saat itu, semua kader KB di tingkat Pedukuhan dan Kecamatan mendapatkan bantuan Beasiswa Supersemar,” jelasnya.
Sebagai anak PNS (Pegawai Negeri Sipil) Imam mengatakan kehidupannya sangat pas-pasan, menurutnya ada perbedaan  antara PNS dimasa Orba dan sekarang. Menurut Imam, PNS masa Orba adalah benar-benar pengabdian, gaji yang didapat orang tuanya tidaklah besar dan tidak ada bermacam-macam tunjangan seperti sekarang. Dengan latar belakang ekonomi pas-pasan, ia mengaku, semasa sekolah, ia sering nunggak pembayaran biaya bulanan. “Saya juga tidak pernah bawa uang jajan kalau ke sekolah,” ucapnya sambil menyampaikan bahwa ayahnya adalah Pensiunan PNS di Korem 072 Pamungkas bagian Seksi Operasi (SIOPS). 
Imam menambahkan bahwa dana beasiswa tidak diterima langsung oleh siswa tetapi langsung diserahkan ke pihak sekolah. Jika ada sisa dari uang tersebut, uangnya akan ditabung oleh pihak sekolah untuk pembayaran biaya sekolah berikutnya. Namun, adakalanya uang sisa beasiswa diserahkan kepada siswa. Imam sendiri mengaku beberapa kali menerima uang sisa sebesar Rp 60 ribu. 
“Uang sebesar itu pada masa itu sangat besar. Saya selalu menabung uang sisa itu dan akhirnya berguna pada saat membutuhkan biaya PKL dan bahkan melanjutkan kuliah ke Jakarta”, ujar Imam kepada Cendana News pada hari Kamis, (27/8/2015). 
Beasiswa Supersemar bagi Imam tidak hanya membuatnya bebas biaya selama menjalani pendidikan di STM Pembangunan (sekarang SMKN 2 Depok, Yogyakarta). Tetapi juga bisa membiayai PKL (Praktek Kerja Lapangan) dan membiayai pendidikan di perguruan tinggi.
“Jadi, kesimpulannya Beasiswa Supersemar bisa membantu saya biaya sekolah masa STM dan biaya awal di Perguruan Tinggi di Jakarta” lanjut lelaki yang kini telah menyandang titel SI.Kom (Sarjana Ilmu Komunikasi) dan sudah mandiri dengan pekerjaan yang  ia cintai sebagai kameramen di salah satu televisi swasta. 
Imam Prasojo adalah satu dari jutaan anak-anak Indonesia yang berkesempatan mendapatkan Beasiswa Supersemar. Kiranya, harapan yayasan telah terwujud karena sebagai yayasan pemberi beasiswa, yayasan tidak pernah mengikat dengan imbalan materi. Tetapi yayasan berharap beasiswa yang diberikan membuat penerima beasiswa mampu menolong dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya, peduli akan lingkungan dan masa depan bangsanya. Mampu menjadi kader-kader bangsa yang Pancasilais dan turut serta dalam pembangunan bangsa serta negara. 

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015
Jurnalis            : Koko Triarko
Foto                 : Koko Triarko
Editor              : Gani Khair
Lihat juga...